
Halo, Sobat Ambyar.
Apa kabar? Apakah hari ini kamu baru saja melihat teman SD-mu pamer foto wisuda S2 di Harvard, sementara pencapaian terbesar kamu hari ini adalah berhasil membalik telor ceplok tanpa pecah kuningnya?
Atau mungkin kamu baru saja dimarahi bos karena salah kirim email, lalu pulang ke rumah disambut oleh kucing yang muntah di atas kasur?
Kalau iya, tos dulu. Kita satu server.
Artikel ini bukan ditulis oleh motivator yang bangun jam 3 pagi untuk yoga dan minum jus kale. Artikel ini ditulis oleh seseorang yang tadi pagi habis shubuhan tidur lagi, alarmnya bunyi 5 kali tapi tetap bangun jam 8, dan sekarang sedang menulis sambil memakai kaos yang ada noda saus sambalnya.
Jadi, kalau kamu merasa hari ini kamu adalah manusia paling gagal di muka bumi, duduklah sebentar. Tarik napas. Jangan lupa buang napasnya (ini penting, kalau ditahan nanti pingsan, nambah masalah lagi).
Mari kita bahas kenapa merasa gagal itu sebenarnya... kocak.
Definisi Sukses yang "Nggak Ngotak"
Masalah utama kita adalah kita hidup di zaman di mana standar sukses itu makin nggak masuk akal.
Buka Instagram, isinya anak umur 19 tahun udah beli rumah cash keras. Buka LinkedIn, isinya orang-orang yang hustle 25 jam sehari dan bersyukur karena kurang tidur. Buka grup WhatsApp keluarga? Ah, sudahlah. Pertanyaan "Kapan nikah?" atau "Kapan punya anak?" itu lebih seram daripada film horor manapun.
Wajar kalau kamu merasa gagal. Lha wong saingannya Rafathar.
Padahal, mari kita jujur. Bertahan hidup sampai hari ini saja sudah sebuah prestasi olimpiade. Kamu nggak lupa pakai celana saat keluar rumah? Hebat. Kamu nggak nekat resign padahal cicilan paylater masih numpuk? Mental baja.
Daftar Kegagalan yang (Sebenarnya) Manusiawi
Coba cek, apakah "kegagalan" kamu hari ini masuk dalam kategori di bawah ini?
Lupa attachment di email: Kamu nulis "Terlampir file..." tapi filenya gaib. Tenang, ini ritual kedewasaan semua pekerja kantoran.
Diet wacana: Niat makan salad, realitanya pesen nasi padang pakai tunjang. Gapapa, tunjang mengandung kolagen (mungkin?).
Bengong 2 jam: Niat kerja, tapi malah terjebak scroll video kucing atau tutorial membersihkan kerak panci.
Uang habis entah kemana: Perasaan baru gajian, kok saldo tinggal sisa buat beli cilok?
Kalau kamu mengalami hal di atas, selamat! Kamu bukan gagal, kamu cuma manusia biasa. Kita ini bukan robot AI yang diprogram sempurna. Kita ini cuma sekumpulan sel dan air yang berusaha kelihatan keren padahal aslinya bingung.
Sebuah Pengakuan
Dulu saya pikir, orang dewasa itu tahu segalanya. Ternyata setelah jadi dewasa, isinya cuma googling "cara bayar pajak" atau "cara masak nasi biar gak lembek" sambil pura-pura kelihatan sibuk.
Semua orang, saya ulangi, SEMUA ORANG, sedang berpura-pura tahu apa yang mereka lakukan.
Si bos yang galak itu? Dia juga pasti pernah insecure pas ngaca dan ngeliat uban baru. Teman yang pamer liburan ke Eropa itu? Mungkin kakinya lagi lecet parah karena sepatu barunya, tapi ditahan demi konten.
Di balik layar, kita semua sama-sama lagi "berjuang" (baca: megap-megap).
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Nggak ada. Serius.
Kamu nggak harus langsung bangkit sekarang juga, lari keliling kompleks sambil teriak "SAYA PASTI BISA!". Nggak usah drama.
Kalau hari ini rasanya berat, ya sudah, berat saja.
Kalau mau nangis, ya nangis aja (tapi jangan lama-lama, nanti mata bengkak, disangka abis ditonjok orang).
Kalau mau makan mie instan pakai telor dua biji plus cabe rawit? Sikat. Itu hak asasi perutmu.
Anggaplah hari ini adalah glitch atau bug di sistem kehidupan. Besok servernya bakal di-restart pas kamu bangun tidur.
Penutup (Yang Sok Bijak Dikit)
Ingatlah satu statistik paling valid di dunia ini: Kamu sudah berhasil melewati 100% hari-hari terburukmu di masa lalu.
Dulu kamu pernah merasa gagal pas putus cinta monyet, kan? Buktinya sekarang kamu masih hidup (dan mungkin ngetawain betapa alay-nya kamu dulu). Hari ini juga bakal lewat. Nanti juga jadi cerita lucu buat anak cucu, atau minimal buat status Twitter (X).
Jadi, untuk kamu yang merasa gagal hari ini: Gapapa.
Kamu nggak sendirian.
Sini peluk online.
Sekarang, mending kamu tidur. Atau pesen martabak. Serius, martabak menyelesaikan 50% masalah kehidupan. Sisanya? Pikirin besok aja.
Your email address will not be published. Required fields are marked *