
Kata "besok" itu adalah mantra sihir paling berbahaya yang pernah diciptakan manusia. Kalimat "Ah, besok aja deh" punya kekuatan magis yang bisa bikin kita langsung rebahan dengan tenang, merem, dan melupakan dunia seisinya.
Tapi sadar gak sih, sebagai manusia dewasa yang hidup di realita, kata "besok" itu sebenarnya punya argo berjalan? Yes, menunda-nunda itu ada harganya. Dan sayangnya, harganya sering kali jauh lebih mahal daripada harga seblak kuah mercon langganan kita.
Mari kita bedah bareng-bareng biaya tersembunyi dari kebiasaan menunda yang diam-diam bikin hidup kita boncos, baik secara mental, fisik, maupun isi dompet!
Kalau kalian pikir menunda itu gratis, coba cek mutasi rekening atau dompet kalian. Banyak banget pengeluaran tidak terduga yang muncul murni karena kita malas bergerak (mager).
Tragedi Token Listrik Jam 2 Pagi: Siang hari token sudah bunyi tit-tit-tit. Kita mikir, "Ah, ntar aja pas malam sekalian." Pas malam, kelupaan karena keasyikan nge-scroll video kucing. Jam 2 pagi listrik mati, AC mati, kamar panas kayak simulasi neraka bocor, dan pas mau beli lewat m-banking, aplikasinya malah lagi maintenance. Amsiong!
Denda Tiket & Reservasi: Mau mudik atau liburan, tahu tiketnya masih ada. "Ah, belinya besok aja, nunggu hilal." Pas besoknya dibuka, harganya udah naik dua kali lipat, atau malah sisa kursi di sebelah toilet pesawat.
Voucher Hangus: Punya voucher diskon makanan atau belanjaan senilai 100 ribu yang berlaku sampai tanggal 5. Karena ditunda-tunda pakenya, pas diingat lagi ternyata udah tanggal 6 jam 00.01. Rasanya sakit tapi gak berdarah.
Di rumah, hukum alam prokrastinasi itu mutlak: Masalah kecil yang didiamkan akan berevolusi jadi monster.
Skenario Cucian Baju:
Hari Senin: "Ah, cuma tiga kaos, besok aja sekalian."
Hari Kamis: Kain kotor udah numpuk setinggi Gunung Semeru.
Hari Sabtu: Pas mau pergi ngedate atau kondangan, baju andalan ternyata ada di paling bawah tumpukan, baunya udah mirip kaos kaki sisa futsal. Akhirnya panik, ngelaundry kilat yang harganya mahal, atau terpaksa pake baju seadanya yang bikin penampilan kayak panitia qurban.
Belum lagi kalau urusan keran bocor kecil yang ditunda dibetulin. Niatnya hemat, ujung-ujungnya air merembes, merusak tembok, bikin tagihan PDAM melonjak, dan berakhir harus manggil tukang buat renovasi skala besar.
Ini nih yang paling sering dilakukan kaum jompo masa kini. Kita sering abai sama alarm dari tubuh sendiri.
Kasus Gigi Ngilu: Gigi mulai ngilu pas makan es krim. "Ah, kumur air garam aja, besok juga sembuh." Dicuekin sebulan. Pas udah gak tahan karena cenat-cenutnya ngalahin sound horeg, pas dibawa ke dokter ternyata infeksinya udah dalam. Harus perawatan saluran akar yang butuh bolak-balik 4 kali dan biayanya setara beli handphone baru.
Nunda Tidur (Begadang): "Satu episode drakor lagi ah, besok kan bisa minum kopi." Besoknya di kantor, otak nge-blank, asam lambung naik, imun drop, dan akhirnya harus beli obat-obatan plus vitamin mahal demi menyambung nyawa di kubikel kerja.
Di dunia kerja, menunda itu ibarat kita lagi menimbun bom waktu yang siap meledak di muka sendiri.
Pekerjaan atau laporan yang dikasih waktu seminggu, baru disentuh 3 jam sebelum deadline. Pas lagi panik-paniknya ngetik, tiba-tiba koneksi internet rumah mati, atau laptop mendadak minta Update Windows yang persentasenya jalan kayak siput: 1%... 2%...
Di momen itulah kita bakal ngerasain simulasi jantungan yang sesungguhnya. Jantung berdegup kencang, keringat dingin mengucur, dan kita bakal mulai bikin janji-janji palsu sama Tuhan: "Ya Tuhan, loloskan saya dari deadline ini, saya janji gak bakal nunda kerjaan lagi." (Besoknya? Ya nunda lagi).
Nasihat kuno bilang "jangan tunda sampai besok apa yang bisa dikerjakan hari ini." Tapi mari kita pakai trik yang lebih ramah buat otak kita yang emang dasarnya mageran ini:
Pake Aturan 2 Menit: Kalau ada tugas yang bisa selesai under dua menit (misal: balas chat bos, bayar tagihan air, taruh baju kotor di bak), LAKUKAN SEKARANG JUGAA! Jangan kasih otak waktu buat mikir "ntar".
Hitung Kerugiannya: Tiap kali mau bilang "besok aja", bayangin nominal uang yang bakal hilang atau rasa panik yang bakal melanda. Bayangin muka kalian yang kuyu sambil begadang. Biasanya, ketakutan akan kemiskinan dan penderitaan adalah motivator terbaik manusia.
Jadi, yuk pelan-pelan kita kurangi kalimat "besok saja". Kasihan "diri kita di masa depan" yang selalu ketiban apes akibat ulah "diri kita di hari ini". Tetap semangat, dan minimal... yuk beresin satu hal kecil sekarang juga!
Your email address will not be published. Required fields are marked *