
Pernah nggak, kamu lagi santai rebahan sambil nyemil keripik, tiba-tiba dapat chat dari bos yang cuma nulis, “Ke ruangan saya sekarang.”?
Dalam hitungan 0,2 detik, otak kamu langsung muter trailer film drama-horor. “Mati gue, pasti surat SP udah dicetak. Mana cicilan motor masih dua tahun. Nanti gue makan apa? Jadi pawang hujan dadakan?”
Pas kamu jalan ke ruangan bos dengan muka pucat dan pasrah lahir batin, ternyata bos cuma mau nanya, “Password WiFi kantor yang baru apa ya?”
Selamat! Kamu baru saja menjadi sutradara, produser, sekaligus aktor utama dari film pendek berdurasi lima menit di dalam kepala kamu sendiri. Gratis, tidak dibayar, tapi sukses bikin jantung serasa mau copot.
Kebiasaan prasangka buruk alias su'udzon itu memang ajaib. Kita ini sering banget bikin drama tiga season di dalam kepala, padahal realitanya cuma iklan lima detik.
Kasus Story Instagram: Ada teman pasang foto jalanan malam pakai lagu galau, kamu langsung baper. “Ini pasti nyindir gue gara-gara kemarin lupa ngajak dia makan bakso.” Padahal temanmu cuma lagi gabut nungguin gerobak martabak matang.
Kasus Balas Chat Lama: Pas gebetan atau pacar lama balas chat, bukannya mikir dia lagi mandi, kamu malah bikin konspirasi tingkat tinggi. “Dia pasti lagi asyik jalan sama orang lain yang lebih keren!” Padahal dia cuma lagi panik ngeluarin kecoa terbang dari kamar mandi.
Yang bikin gemas, su'udzon itu menyedot energi melebihi aplikasi GPS yang menyala terus-terusan. Kamu capek seharian bukan karena lari maraton atau ngangkat beras 50 kilo, tapi karena perang batin lawan skenario buatan sendiri.
Mikirin alasan kenapa kawan mendadak dingin, riset insting detektif cuma gara-gara status WhatsApp orang lain, sampai menyiapkan kalimat debat untuk konflik yang bahkan belum pernah terjadi. Lelahnya riil, masalahnya gaib. Rugi total!
Ini dia plot twist paling menyebalkan. Sudah capek-capek emosi jiwa sampai tensi naik, eh pas diklarifikasi ternyata... kamu yang salah paham.
Rasa malunya itu lho, rasanya mau pindah planet saja atau pura-pura amnesia. Sudah dapet malu, dapet dosa pula karena sudah nuduh orang yang tidak-tidak di dalam hati. Prasangka yang dipelihara itu ujung-ujungnya cuma jadi jebakan Batman yang bikin kita makin serba salah.
Mulai hari ini, kalau ada hal yang mengganjal di pikiran, pakai ramuan paling ampuh: Tanya Langsung.
Daripada nebak-nebak isi hati orang sampai kepala mau pecah, mending klarifikasi baik-baik. Kalau orangnya tidak jawab atau responnya aneh, ya sudah, anggap saja dia lagi kebelet. Ketenangan pikiranmu itu mahal harganya, jangan dihabiskan cuma buat bayar tiket nonton drama buatan otak sendiri!
Your email address will not be published. Required fields are marked *