
Jam 21.00: "Sip, Tarawih kelar, tadarus udah, perut kenyang gorengan. Tidur dulu ah biar jam 3 pagi seger buat masak sahur."
Jam 02.15 dini hari (lagi nunggu air mendidih buat mie instan): "Bentar... pas acara bukber SD kemaren, omongan gue nyakitin si A nggak ya? Terus ini THR kira-kira turun kapan? Kalau nyicil beli baju lebaran dari sekarang, sisa saldo gue cukup nggak ya buat hidup sampai bulan depan?! Gimana kalau gue jomblo selamanya?!"
Familiar dengan skenario ambyar di atas? Tenang, kamu nggak sendirian. Entah kenapa, bulan puasa yang harusnya penuh kedamaian sering kali diwarnai sama serangan panik di jam-jam rawan menjelang sahur.
Kenapa Harus Malam Hari, Sih?
Siang hari di bulan Ramadhan, otak kita sibuk di mode survival: nahan haus, nahan lapar, ngeles dari omelan bos, dan ngelamunin menu buka puasa. Tapi begitu malam tiba? Perut udah diisi full tank pakai kolak, suasana hening nunggu imsak, dan... jeng jeng jeng! Semua ketakutan masa depan dan penyesalan masa lalu mendadak ngajak meeting di kepala.
Banyak yang protes, "Kan katanya pas Ramadhan setan-setan pada diikat? Kok gue masih overthinking, sih?!"
Nah, ini dia poinnya! Kadang yang bikin kita cemas itu bukan godaan setan dari luar, tapi emang kebiasaan pikiran kita sendiri yang over-dramatic. Dan tahukah kamu? Jauh sebelum istilah "overthinking" ngetren, Al-Qur'an udah me-notice betapa horornya malam hari sejak 14 abad yang lalu.
Al-Falaq Ayat 3: Spoiler dari Langit Soal Horornya Malam
Coba deh sambil nunggu sahur, intip Surah Al-Falaq ayat ke-3. Allah nyuruh kita berlindung:
"Wa min syarri ghasiqin idza waqab"
(Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita).
Dulu, "kejahatan malam" itu wujudnya konkret: maling kurma atau hewan buas di padang pasir. Zaman sekarang? Karena kamu tidurnya di kamar yang udah digembok rapat, "kejahatan malam"-nya berubah bentuk jadi tak kasat mata:
Begal Mental (Anxiety): Yang merampok ketenanganmu pas lagi ngunyah sahur.
Setan FOMO (Fear of Missing Out): Yang bisikin di telinga, "Tuh lihat story IG temen lu, bukbernya di hotel bintang lima, masa lu tiap hari bukber sama es teh doang?"
Kecemasan Finansial Lebaran: Yang bikin dada sesak padahal kamu cuma lagi rebahan nunggu adzan Subuh.
Resep Tenang: Aktifkan Security System Al-Falaq
Tuhan itu Maha Paham tabiat hamba-Nya yang gampang overthinking saat energinya habis dipakai puasa seharian. Makanya, Allah ngasih 'cheat code' bernama Al-Falaq.
Di ayat 1, kita diminta berlindung kepada "Tuhan yang menguasai waktu subuh". Buat orang puasa, Subuh (imsak) itu sakral banget! Subuh itu lambang kepastian, cahaya, dan garis start ibadahmu hari itu. Solusi dari overthinking bukanlah maksain otak nyari jalan keluar jam 3 pagi. Percaya deh, ngitungin estimasi THR jam segitu nggak bakal bikin uangnya cair detik itu juga.
Terus gimana dong prakteknya biar Ramadhan tetap chill?
Stop Scrolling Sambil Nunggu Imsak! Lihat story pencapaian atau pamer hampers orang lain di jam 2 pagi itu cuma ngasih makan monster insecurity. HP ditaruh, fokus abisin air putihmu.
Sadar Diri Kapasitas Manusia: Ingat, kamu itu cuma hamba yang lagi puasa, bukan sutradara alam semesta. Kamu nggak bisa ngontrol takdir besok, yang bisa kamu kontrol cuma niat puasamu hari ini.
Aktivasi Anti-Virus Al-Falaq: Baca surah ini pelan-pelan. Hayati maknanya: "Ya Allah yang menguasai datangnya Subuh. Isi kepalaku lagi gelap gulita nih, ruwet banget. Aku berlindung ke Engkau dari kejahatan malam ini, termasuk dari kejahatan pikiranku sendiri yang lebay. Tolong kasih ketenangan biar besok aku puasanya kuat."
Malam bulan Ramadhan itu diciptakan buat ibadah (Tahajud/Sahur) dan mengistirahatkan fisikmu yang lemes seharian, bukan buat nyidang masa depan. Serahkan aja kepanikanmu itu sama Dzat yang nggak pernah tidur.
Jadi, yuk mulai malam ini (jika ini dibaca di pagi hari ya, mulai malam nanti), sebelum otakmu nulis naskah sinetron azab kehidupan, baca Al-Falaq, tiup ke telapak tangan, usap ke wajah dan dada, lalu fokus nikmatin sahurnya!
Your email address will not be published. Required fields are marked *