
Pernah nggak sih, jam 1 pagi lagi asyik scrolling TikTok buat nyari video kucing lucu, eh tiba-tiba nyasar ke Story Instagram teman yang isinya layar hitam legam, teks sekecil semut, dan diiringi lagu Bernadya?
Sebagai netizen kepo berjiwa detektif, tentu saja kamu zoom itu tulisan sampai mata juling. Ternyata isinya curhatan panjang lebar soal gebetan yang ghosting setelah ditraktir seblak. Di satu sisi kita kasihan, tapi di sisi lain kita membatin, "Ya ampun Mba, harus banget satu kelurahan tahu urusan seblak lo?"
Selamat datang di era di mana "curhat ke Tuhan" pelan-pelan mulai digeser dengan "curhat ke followers". Padahal ya, teman-teman, ada sebuah seni tingkat tinggi yang sekarang mulai langka: Seni Menyimpan Cerita.
Mari kita bahas kenapa kadang-kadang, diam itu bukan cuma emas, tapi juga berlian, rubi, dan logam mulia lainnya!
Ilusi Bernama Close Friends dan Second Account
Banyak yang merasa aman ngetwit kegalauan atau spill aib kantor karena pakai akun alter atau fitur Close Friends (CF).
Coba mari kita renungkan. Emangnya kamu yakin 120 orang di CF kamu itu "teman dekat" semua? Jangan-jangan ada teman SD yang terakhir ketemu pas main benteng, tukang fotokopi depan kampus, sampai mantan yang pura-pura mati tapi aslinya mantau?
Sekali kamu mencet tombol hijau itu, kamu udah menyerahkan rahasiamu ke hukum alam semesta digital: Apa yang masuk internet, bakal abadi di internet. Nggak lucu kan kalau niatnya mau nyindir bos di CF, eh di-screenshot sama rekan kerja yang ternyata cepu? Seni menyimpan cerita itu menyelamatkanmu dari serangan jantung mendadak saat dipanggil HRD.
Hidupmu Itu Realita, Bukan Sinetron Azab
Kita sering banget ngerasa setiap kejadian di hidup kita butuh penonton dan komentator.
Berantem sama pacar? Unfollow, hapus foto, bikin quotes galau.
Besoknya baikan? Upload foto gandengan tangan dengan caption "My home".
Netizen yang mantau cuma bisa menghela napas, "Capek banget ngikutin roller coaster hubungan orang ini."
Menjaga privasi itu bikin kamu terlihat seratus kali lebih elegan. Biarkan orang-orang menebak-nebak apa yang terjadi di hidupmu. Ketika kamu sukses, tiba-tiba udah beli rumah. Ketika kamu patah hati, tiba-tiba kamu udah glowing dan liburan ke Bali. Nggak perlu ada episode "menangis di pojokan kamar sambil pegang skincare". Jadilah karakter utama yang misterius!
Hal-hal Receh (Tapi Penting) yang Haram Dijadikan Konten
Supaya kamu makin pro dalam "Seni Menyimpan Cerita", ini daftar hal yang mending kamu, Tuhan, dan dinding kamarmu aja yang tahu:
Isi Saldo dan Gaji: Nggak usah pamer struk ATM atau screenshot mutasi gaji. Selain ngundang kang pinjam duit beralasan "anak sakit", mending biarkan tetanggamu curiga kamu pakai pesugihan babi ngepet karena kamu jarang keluar rumah tapi paket Shopee datang terus.
History Pencarian Google: Ini rahasia top secret. Kalau sampai dunia tahu kamu pernah googling "Cara agar kucing mengerti bahasa Indonesia" atau "Kenapa perut bunyi padahal tidak lapar", wibawamu sebagai manusia dewasa yang mandiri bisa luntur seketika.
Pertengkaran Keluarga: Sepanas apa pun kamu sama kakak, adik, atau orang tua, keep it offline. Karena ketika kalian udah baikan dan makan martabak bareng, netizen di luar sana masih ingat aib keluargamu yang kamu spill kemarin.
Resolusi Diet: Nggak usah woro-woro di sosmed "Mulai besok diet ketat! No carbo!". Percayalah, besok sorenya pas ada teman nawarin seblak level 5 plus es teh manis, kamu pasti goyah. Daripada malu karena jejak digital, mending diam-diam aja. Kalau berhasil, badannya bagus. Kalau gagal, ya udah nggak ada yang ngetawain.
Peace of Mind > Validasi Online
Di akhir hari, kamu bakal sadar kalau menahan diri untuk nggak posting itu rasanya damai banget. Nggak perlu nungguin likes, nggak perlu cemas mikirin komentar orang, dan nggak perlu repot-repot ngejelasin jalan hidupmu ke orang yang sebenarnya nggak peduli-peduli amat.
Menyimpan beberapa hal untuk diri sendiri bukan berarti kamu menutup diri dari dunia. Itu artinya kamu tahu mana momen yang harus dirayakan bersama dunia, dan mana momen suci yang cuma bisa dinikmati oleh dirimu sendiri.
Jadi, buat kamu yang sekarang lagi gatal pengen curhat di Story, yuk tarik napas. Tutup aplikasinya. Bikin mi instan pakai telur setengah matang. Makan sambil nonton drakor. Percayalah, besok pagi kamu bakal bersyukur karena semalam nggak jadi oversharing!
Your email address will not be published. Required fields are marked *