
Jujur saja, saat mendengar suara rintik hujan menghantam genteng rumah, apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Apakah: "Wah, saatnya produktif menyelesaikan tesis!" atau "Ya Allah, kasur ini posesif sekali, dia tidak mau melepaskanku!"?
Kalau jawaban Anda yang kedua, selamat! Anda manusia normal.
Minggu ini, langit sepertinya sedang rajin-rajinnya menangis. BMKG bilang ini "cuaca ekstrem", tapi bagi kaum rebahan, ini adalah "anugerah terindah". Masalahnya, kita sering merasa berdosa kalau diam saja. Kita dididik dalam budaya "Time is Money". Padahal, saat hujan turun, "Time is Indomie Rebus pakai Telor".
Mari kita luruskan satu hal: Mager (Malas Gerak) saat hujan itu bukan dosa, itu adalah respon biologis yang sangat alamiah.
Ada teori konspirasi lucu yang mengatakan bahwa saat hujan, gravitasi bumi di sekitar tempat tidur meningkat 200 persen. Tarikannya begitu kuat sehingga memisahkan punggung dari kasur terasa seperti upaya memisahkan dua magnet raksasa.
Lalu, apa seninya menikmati mager?
Pertama, Matikan "Polisi Produktivitas" di Kepala Anda. Dunia tidak akan kiamat hanya karena Anda tidak membalas WhatsApp grup selama dua jam. Izinkan diri Anda untuk bengong. Menatap titik-titik air di kaca jendela itu meditasi tingkat tinggi, lho. Murah meriah, tidak perlu bayar kelas yoga.
Kedua, Nikmati "Wisata Kuliner" Jalur Dapur. Hujan punya kekuatan magis mengubah aroma masakan sederhana menjadi hidangan bintang lima. Teh manis hangat rasanya seperti elixir kehidupan. Gorengan dingin sisa pagi pun rasanya jadi enak. Jangan diet saat hujan, itu melawan hukum alam.
Ketiga, Ini adalah bentuk "Manajemen Cinta" pada Diri Sendiri. Di kampus atau di kantor, kita sibuk memanajemeni orang lain, mengurus mahasiswa, mengurus kurikulum, mengurus deadline. Kapan mengurus "kewarasan" diri sendiri? Hujan adalah cara Tuhan menekan tombol PAUSE untuk semesta. Semut saja berteduh, burung masuk sarang, masa kita mau menerobos banjir demi sebuah eksistensi?
Jadi, sahabat sekalian, jika hari ini hujan turun lagi, jangan mengeluh "Aduh, cucian nggak kering." Tenang saja, besok lusa juga kering (kalau ada matahari).
Sekarang, tarik selimut Anda. Ambil posisi paling nyaman (posisi janin sangat direkomendasikan). Nikmati suara hujan itu sebagai musik orkestra gratis.
Kadang, hal paling produktif yang bisa Anda lakukan adalah tidak melakukan apa-apa, agar besok Anda punya energi untuk menaklukkan dunia lagi.
Selamat menikmati hujan, selamat menjadi manusia!
Your email address will not be published. Required fields are marked *