
Pernah tidak kamu bangun pagi, sudah semangat mau bikin kopi susu, eh pas dituang susunya malah menggumpal dan baunya asam? Rasanya pasti ingin marah sama kulkas, kan? Tapi tunggu dulu. Sebelum kamu membuang susu itu sambil menggerutu, mari kita bicara soal nasib.
Secara teknis, kalau susu "salah jalan", dia jadi yogurt. Kalau yogurtnya makin "parah", dia bisa jadi keju. Lucunya, harga keju jauh lebih mahal daripada susu kotak di minimarket. Jadi, kalau dipikir-pikir, susu itu tidak gagal; dia cuma lagi upgrade diri lewat jalur musibah.
Bayangkan jadi Christopher Columbus. Dia itu niatnya mau ke India mencari rempah-rempah (mungkin buat stok dapur ibunya). Eh, dia malah nyasar ke Amerika. Bayangkan kalau saat itu dia pakai Google Maps, mungkin dia tidak akan pernah dikenal sebagai penemu benua baru. Dia cuma akan dikenal sebagai pedagang merica yang pulang tepat waktu.
Sama halnya dengan Alexander Fleming. Dia lupa membersihkan cawan penelitiannya sampai jamuran. Bukannya dibuang sambil bilang "Duh, jorok banget gue!", dia malah meneliti jamur itu dan—boom!—ketemu Penicillin. Jutaan nyawa selamat hanya karena seseorang malas cuci piring.
Kalau jus anggur dibiarkan lama-lama, dia jadi asam. Tapi kalau asamnya pas dan prosesnya benar, dia berubah jadi wine berharga jutaan rupiah. Pelajarannya? Sesuatu yang terasa "pahit" atau "asam" dalam hidup kita sekarang, bisa jadi cuma proses fermentasi menuju sesuatu yang lebih berkelas.
Kita sering kali terlalu keras pada diri sendiri saat melakukan kesalahan. Padahal, kesalahan itu cuma bumbu. Tanpa bumbu, hidupmu hambar seperti nasi putih tanpa lauk.
Kita bukan gagal karena melakukan kesalahan. Kita cuma gagal kalau kita berhenti saat proses "menjadi keju" itu sedang berlangsung. Jadi, kalau hari ini kamu melakukan kecerobohan:
Jangan langsung panik. Siapa tahu itu jalan pintas menuju penemuan besar.
Lihat peluangnya. Kalau susu basi saja bisa jadi yogurt yang sehat, masa kamu yang manusia keren kalah sama bakteri susu?
Kesimpulannya: Jangan biarkan kesalahan menghancurkan harimu. Jadikan kesalahan itu sebagai eksperimen. Kalaupun hasilnya belum jadi "keju" yang mahal, minimal kamu sudah punya cerita lucu untuk diceritakan saat nongkrong nanti.
Ingat, dunia ini butuh orang-orang yang berani salah. Karena kalau semuanya benar dan lurus-lurus saja, mungkin sampai sekarang kita tidak bakal tahu rasanya makan cheesecake.
Your email address will not be published. Required fields are marked *