
Pernahkah Bapak/Ibu bertemu seseorang di lingkungan kerja/kampus/ sekolah/ di mana saja yang kehadirannya saja sudah bikin mood terjun bebas?
Baru lihat ujung sepatunya dari kejauhan, rasanya kita pengen mendadak jadi ninja konoha: POOF! Menghilang dalam kepulan asap.
Mereka ini bisa berwujud macam-macam:
Si Paling Komplain: Cuaca cerah salah, hujan salah, dapet tunjangan pun masih dicari salahnya.
Si 'Deadline Mepet': Minta data penting hari Jumat jam 16.55 WIB.
Si Hobi Motong Pembicaraan: Kita belum selesai ngomong "Sa...", dia udah nyamber sampai Z.
Menghadapi mereka, insting purba kita biasanya cuma dua: Fight (ajak debat kusir sampai berbusa) atau Flight (pura-pura budeg atau mendadak sibuk menatap layar kosong).
Tapi tenang, kita adalah kaum intelektual yang berbudaya. Kita nggak akan pakai cara barbar. Kita akan pakai jurus rahasia bernama: Manajemen Cinta (Compassionate Management).
Eits, tunggu dulu. Jangan bayangkan ini berarti kita harus memeluk mereka sambil nyanyi lagu "Keluarga Cemara", ya. Bukan. Itu serem.
Manajemen Cinta di sini adalah seni menjaga hati kita sendiri agar tetap dingin saat menghadapi kepala mereka yang panas. Ini adalah strategi elegan biar kita nggak ikut-ikutan jadi "ajaib" cuma gara-gara mereka.
Berikut adalah trik menghadapi orang menyebalkan dengan elegan, tanpa perlu darah tinggi:
Saat ada rekan kerja yang ngomel-ngomel nggak jelas, cobalah aktifkan mode detektif dalam hati.
Daripada mikir: "Nih orang kenapa sih, ganggu hidup gue aja!" Coba ganti jadi: "Hmm, kasihan. Mungkin dia tadi pagi keinjek mainan lego anaknya, atau mungkin dia lagi laper banget tapi gengsi mau bilang."
Dalam Compassionate Management, kita diajak melihat bahwa perilaku menyebalkan seringkali adalah selimut dari masalah lain yang nggak kelihatan. Dengan mikir begini, rasa kesal kita berubah jadi rasa... iba (sedikit). Dan yang terpenting, kita jadi nggak mau ambil pusing.
Ini jurus paling ampuh dan paling bikin bingung lawan.
Saat ada yang menyerang kita dengan kata-kata pedas atau nada tinggi, jangan dibalas dengan nada tinggi juga. Nanti malah jadi paduan suara sumbang.
Balaslah dengan kelembutan yang agak berlebihan.
Dia: "Pak! Ini gimana sih laporannya kok berantakan gini! Kerjanya nggak bener!" (Nada tinggi, muka merah).
Kita: (Tarik napas, pasang senyum paling manis selebar 5 cm) "Masyaallah, Bu [Nama]... Terima kasih banyak lho koreksinya. Ibu teliti sekali, saya jadi terbantu. Bagian mana yang menurut Ibu paling krusial untuk saya perbaiki sekarang juga? Yuk kita duduk dulu, saya ambilin teh anget ya biar rileks."
Lihat reaksinya. Biasanya mereka akan loading sebentar karena bingung mau marah tapi kok dilayani bak raja/ratu. Mereka mengharapkan perlawanan, tapi kita kasih pelayanan bintang lima. Elegan.
Kalau ada orang yang sikapnya nggak enak ke kita, seringkali itu bukan karena kita salah, tapi karena mereka yang lagi bermasalah dengan dirinya sendiri. Kita cuma kebetulan lewat di depan mereka pas 'kabel' mereka lagi konslet.
Jadi, jangan dimasukkan ke hati. Masukkan saja ke saku celana, nanti kalau udah di rumah, buang ke tempat sampah.
Menghadapi orang menyebalkan dengan marah-marah itu gampang, tapi bikin cepat tua dan keriput.
Menghadapi mereka dengan elegan pakai Manajemen Cinta itu memang butuh latihan, tapi bikin hati lebih adem. Anggap saja mereka adalah 'pelatih kesabaran' gratis yang dikirim Tuhan.
Kalau jurus-jurus di atas masih gagal? Ya sudah, kembali ke solusi paling dasar: Tarik napas, istighfar, lalu pura-pura ke toilet padahal melipir ke kantin.
Selamat mencoba tetap waras!
Your email address will not be published. Required fields are marked *