
Bro, Sis, dan Sobat Scroll sekalian,
Pernah nggak sih lagi makan mie instan kuah soto (pakai telur setengah matang, beuh), terus iseng buka Instagram. Niatnya mau hiburan, eh, di timeline muncul teman SD lu—yang dulu ingusan—sekarang lagi posting foto breakfast estetik di Santorini dengan caption "Healing tipis-tipis".
Seketika, mie instan di mangkok lu rasanya jadi hambar. Tiba-tiba lu merasa jadi butiran debu di pojokan kamar kos yang cat temboknya udah mulai mletre.
Selamat datang di era "Standar Instagram", di mana kebahagiaan diukur dari seberapa pastel warna feed lu dan seberapa sering lu check-in di bandara.
Padahal, Bro, hidup nggak harus se-ngoyo itu. Mari kita bicara soal Seni Hidup Cukup. Bukan, ini bukan ajakan buat jadi biksu di pegunungan. Ini ajakan buat menyelamatkan kewarasan (dan dompet) lu.
1. Sadari Bahwa Instagram Itu Panggung Sandiwara
Lu harus tanamkan ini di otak: Instagram adalah trailer film, bukan film dokumenter.
Lu lihat selebgram fotonya glowing paripurna pas bangun tidur? Percayalah, itu jepretan ke-147, pakai ring light, dan mungkin dia nahan napas sampai mau pingsan biar perutnya rata.
Lu lihat teman lu flexing mobil baru? Siapa tahu BPKB-nya masih "sekolah" di leasing 5 tahun.
Jangan bandingkan behind-the-scene kehidupan lu yang berantakan dengan highlight reel kehidupan orang lain yang sudah diedit pakai VSCO Cam full pack. Itu nggak adil, Bro.
2. Definisi "Bahagia" Itu Bisa Di-setting Ulang (Versi Murah)
Standar Instagram bilang: Bahagia = Ngopi di kafe hits yang harganya 60 ribu segelas (rasanya kayak air cucian beras dikasih gula aren).
Seni Hidup Cukup bilang: Bahagia = Ngopi sachet kapal api di teras rumah sore-sore, ditemenin gorengan anget, sambil gibahin tetangga (eh, jangan gibah deng, dosa). Tapi intinya, rasanya sama-sama kopi, kan? Kafeinnya sama-sama bikin melek. Bedanya cuma di gengsi.
Lu nggak perlu liburan ke Labuan Bajo buat bahagia. Rebahan seharian di kasur pas hari Minggu tanpa ada yang ganggu juga kenikmatan hakiki, Bro. Surga dunia!
3. Berhenti Beli Barang Buat Bikin Orang Lain Kagum
Ini penyakit kita semua. Kita kerja keras bagai kuda, pergi pagi pulang typhus, cuma buat beli sepatu mahal biar orang-orang yang bahkan nggak kita kenal di internet bilang "Wah, keren!".
Padahal mereka nge-like foto lu cuma butuh 0,5 detik, abis itu lupa. Sementara lu? Lu harus bayar tagihan kartu kreditnya 12 bulan, nangis darah tiap tanggal tua.
Hidup cukup itu artinya lu beli barang karena lu butuh atau lu suka, bukan karena takut dibilang "kudet" sama netizen. Pakai kaos oblong 30 ribuan kalau nyaman ya gas aja. Mark Zuckerberg aja kaosnya itu-itu doang, masa lu harus ganti OOTD tiap jam kayak model fashion show?
4. Bersyukur: Obat Paling Manjur (Dan Gratis)
Klise banget ya? Tapi beneran, Bro.
Coba liat sekarang.
Lu punya HP? (Ya punya lah, kan lagi baca ini).
Lu punya kuota/WiFi? (Jelas).
Lu bisa makan hari ini? (Alhamdulillah).
Ginjal lu masih ada dua? (Cek dulu, siapa tau kemaren khilaf beli iPhone 15).
Kalau jawabannya "Iya", berarti lu kaya. Serius. Banyak orang di luar sana yang mau tukeran posisi sama lu sekarang.
Jadi, kalau nanti lu buka Instagram dan lihat teman lu lagi skydiving di Dubai, lu cukup bilang dalam hati: "Wah, keren. Semoga dia selamat sampai bawah. Tapi gue juga keren, bisa makan nasi padang lauk tunjang hari ini tanpa mikirin kolesterol."
Kesimpulan: Jadilah Kentang yang Bahagia
Hidup cukup itu bukan berarti pasrah jadi gembel. Lu boleh punya ambisi, boleh pengen kaya. Tapi jangan sampai standar kebahagiaan lu disetir sama algoritma media sosial.
Jadilah seperti kentang. Kentang itu nggak aesthetic. Bentuknya benjol-benjol. Tapi dia bisa jadi french fries, bisa jadi perkedel, bisa jadi keripik mahal. Dia berguna, dia enak, dan semua orang suka kentang.
Jadilah bahagia dengan caramu sendiri yang receh. Karena pada akhirnya, yang bakal nemenin lu di hari tua bukan followers Instagram, tapi kenangan-kenangan manis (dan duit tabungan yang nggak habis buat gaya-gayaan).
Stay sane, stay happy, and stay hemat, Bro!
"Buat yang lagi insecure liat postingan orang liburan mulu, tulisan ini buat kalian. Ingat, bahagia itu sederhana. Yang mahal itu gengsinya. Yuk, belajar 'Seni Hidup Cukup' sebelum dompetmu berteriak minta tolong! #HidupCukup #AntiBoncos #SobatMisqueenWaras"
Your email address will not be published. Required fields are marked *