
Apa kabar dompet, Moms? Masih tebal atau sudah mulai setipis kesabaran saat nunggu kurir paket yang nyasar?
Hari ini kita memperingati Isra Mi'raj. Biasanya, isi ceramahnya serius banget. Tapi kali ini, kita bahas dari kacamata "Menteri Keuangan Rumah Tangga" alias kita-kita ini, kaum Ibu.
Pernah nggak sih Moms merasa, Pak Suami (Pak Su) udah kerja keras bagai kuda, lembur sampai tipes, berangkat gelap pulang gelap, tapi kok... rezeki rasanya mampet? Uang numpang lewat doang kayak mantan? Tabungan segitu-gitu aja, malah seringan minus?
Jangan buru-buru nyalahin harga cabai yang naik atau bosnya Pak Su yang pelit, Moms. Jangan juga nuduh ada tuyul tetangga yang main ke rumah.
Coba kita cek hal yang paling dasar dulu: Gimana koneksi "WiFi" Pak Suami ke Pusat Rezeki (Allah SWT)?
Isra Mi'raj: "Business Trip" Paling Sukses Sepanjang Masa
Gini logikanya, Moms.
Peristiwa Isra Mi'raj itu ibarat Nabi Muhammad SAW dipanggil "Owner Semesta Alam" buat meeting langsung di Sidratul Muntaha. Pulang-pulang, Nabi bawa "oleh-oleh" super canggih bernama Shalat 5 Waktu.
Nah, shalat 5 waktu ini bukan beban, lho. Itu adalah Jalur VIP. Itu adalah Hotline Khusus.
Bayangin kalau Pak Suami mau ajukan proposal kenaikan gaji ke bosnya di kantor. Pasti dia dandan rapi, datang tepat waktu, ngomongnya sopan, kan? Masa iya minta naik gaji tapi datangnya telat, pakai kaos kutang, terus main HP pas bos ngomong?
Nah, rezeki kita itu ada di tangan Allah. Shalat adalah momen Pak Suami "setor muka" dan "ajukan proposal" tiap hari.
Kalau shalatnya Pak Suami masih "senin-kamis" (kadang shalat, kadang skip), atau shalat Ashar-nya dipepetin banget sampai mau Maghrib kayak ngerjain PR SKS, ya wajar dong kalau "Pusat" nurunin rezekinya juga "nanti-nanti aja".
Sinyalnya putus-nyambung, Moms! Gimana transferan rezeki mau masuk kalau sinyalnya buffering melulu?
Shalat = Kunci Gembok Brankas
Kadang kita lupa, kita sibuk ngejar kupu-kupu (uang), sampai lupa sama Pemilik Taman Kupu-kupunya.
Momentum Isra Mi'raj hari ini tuh pengingat buat kita. Bahwa "oleh-oleh" shalat itu adalah alat tercanggih buat narik rezeki.
Pak Suami adalah Imam. Dia itu Kepala Sekolah, dia Pilotnya. Kalau Pilotnya jarang kontak sama Menara Pengawas (Allah), pesawat rumah tangga kita ya bakal oleng, Moms. Rezeki seret, emosi gampang meledak, anak susah diatur, istri bawelnya nambah 5 level (eh, ini sih bawaan ya?).
Terus, Cara Bilanginnya Gimana? (Tanpa Perang Dunia ke-3)
Jangan langsung ngegas ya, Moms. "Tuh kan Yah! Rezeki seret gara-gara Ayah males ke Masjid!"
Wah, itu mah Pak Suami bukannya tobat malah kabur mancing, Moms.
Coba pakai trik halus tapi makjleb di momen libur Isra Mi'raj ini:
Puji Dulu: "Ayah capek ya kerja terus? Makasih ya udah berjuang buat kita." (Bikin dia terbang dulu).
Masuk ke Inti: "Bun baca artikel Isra Mi'raj tadi. Katanya kalau kita perbaiki shalat, rezeki bakal ngejar kita, Yah. Yuk, mulai hari ini kita kencengin lagi shalatnya. Biar Ayah kerjanya nggak 'ngoyo' banget tapi hasilnya berkah."
Tawaran Menarik: "Nanti kalau Ayah ke Masjid, pulang-pulang Bun bikinin kopi susu gula aren kesukaan Ayah deh. Plus pijet gratis." (Modal dikit nggak apa-apa lah).
Kesimpulan: Perbaiki Hubungan dengan "Yang Di Atas", Maka "Yang Di Bawah" Akan Beres
Jadi Moms, kalau bulan ini rezeki terasa agak "kemarau", yuk ajak Pak Suami cek lagi "kabel-kabel" spiritualnya. Mungkin ada yang kendor, mungkin ada yang putus.
Jadikan peringatan Isra Mi'raj ini momen buat service besar-besaran ibadah kita. Percaya deh, kalau Pak Suami sudah menjaga shalatnya (apalagi tepat waktu di masjid), entah dari mana datangnya, rezeki itu bakal ngalir kayak air. Atau minimal, hati jadi tenang walaupun dompet lagi 'diet'.
Selamat Isra Mi'raj, Moms! Jangan lupa ingetin Pak Suami shalat, tapi jangan sambil bawa panci ya!
Your email address will not be published. Required fields are marked *