
Jujur deh, kalau ngomongin rezeki, otak kita pasti auto-connect ke angka. Notifikasi m-banking, slip gaji tanggal 25, atau nemu duit gocap di saku celana jeans yang udah sebulan nggak dicuci.
Kita sering banget mikir: "Ya Allah, Engkau Maha Ar-Rahman, tapi kok dompet hamba setipis tisu toilet warung pecel lele?"
Padahal nih, bestie, kalau kita mau zoom out sedikit dari drama kehidupan duniawi, rezeki dari Allah itu bentuknya bisa aneh-aneh. Salah satu varian rezeki limited edition yang sering kita remehkan adalah: Teman yang Tahu Diri.
Serius. Ini barang langka.
Spesies Teman "Non-Rezeki" (Alias Ujian Hidup)
Sebelum kita bersyukur, mari kita hening cipta dulu mengenang jenis teman yang justru mengurangi jatah umur kita. Kamu pasti pernah ketemu model begini:
Si "Lupa Ingatan" Pas Bayar: Makan bareng rame-rame. Dia pesen Steak Wagyu, kamu cuma Es Teh Manis. Pas bon keluar, dia teriak lantang, "Dibagi rata aja ya, Gess!" Lah? Situ sehat?
Si "Pinjam Dulu Seratus": Datang dengan muka memelas kayak kucing kecebur got. "Besok gue ganti, sumpah." Tiga bulan kemudian, dia update IG Story lagi healing di Bali, sementara kita makan mie instan dibagi dua. Ditagih malah lebih galak dia.
Si Hantu: Pas seneng dia ada di garda terdepan. Pas kita lagi susah atau butuh bantuan angkat galon, dia mendadak hilang sinyal, HP mati, atau pindah planet.
Nah, kalau sirkel pertemananmu isinya model begini semua, fix, itu bukan rezeki. Itu azab yang dicicil.
Keajaiban Ar-Rahman Lewat "Teman Tahu Diri"
Tapi, di tengah gempuran manusia-manusia ajaib itu, Allah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) kadang nyelipin satu atau dua orang yang kelakuannya bikin hati adem. Ini adalah cara Allah meluk kita tanpa kita sadari.
Coba perhatikan teman yang:
Peka Tanpa Diminta: Kita lagi diam, bengong, mata berkaca-kaca dikit, dia nggak nanya "Lo kenapa?" tapi langsung nyodorin kopi atau coklat. "Nih, abisin. Muka lo kusut kayak cucian numpuk."
Anti-Ribet Club: Kalau pinjam duit (amit-amit sih, tapi kadang terjadi), dia balikin on time tanpa perlu kita berubah jadi debt collector.
Pendengar Setia: Dengerin curhatan kita yang itu-itu lagi (soal mantan, soal bos, soal kucing tetangga) tanpa nge-judge atau adu nasib "Ah, lo mending. Lah gue..."
Punya teman model begini tuh rasanya kayak dapat cashback 100% dari kehidupan. Itu Rezeki, Bos!
Allah Tahu Kita Lemah, Makanya Dikasih Teman
Kita sering lupa kalau nama Allah itu Ar-Rahman, Yang Maha Pengasih. Kasih sayang-Nya itu luas banget, nggak cuma melulu soal ngabulin doa minta iPhone 15.
Mungkin Allah tahu, kalau saldo kita dibikin 5 Miliar sekarang, kita malah jadi sombong dan lupa daratan. Makanya, Allah tahan dulu duitnya, tapi Allah kirim teman yang bisa diajak ketawa ngakak sampai sakit perut pas kita lagi bokek.
Allah kirim teman yang mau nemenin kita duduk di pinggir jalan makan cilok sambil ngomongin konspirasi bumi datar. Itu cara Allah bilang:
"Hambaku, dunia emang keras, tapi tenang, Aku kirimkan bahu buat bersandar dan telinga buat mendengar. Kamu nggak sendirian."
Bayangin kalau kita udah miskin, temannya toxic semua. Kelar hidup lo.
Jadi, Mari Kita Rayakan!
Maka, untuk kamu yang baca ini. Coba cek WA kamu. Siapa orang yang terakhir kali bikin kamu ketawa? Siapa orang yang kalau kamu ajak susah, dia nggak kabur?
Kalau ada, peluk dia (kalau mahram ya, kalau bukan, traktir seblak aja). Bilang makasih. Karena lewat perantara merekalah, Allah lagi nyalurkan kasih sayang-Nya ke kita.
Rezeki nggak selalu berupa nominal transferan. Kadang rezeki itu berwujud manusia yang nggak nambah-nambahin beban pikiran.
Dan buat kamu yang merasa belum nemu teman kayak gitu... coba ngaca dulu. Jangan-jangan kamunya yang belum jadi "Teman Tahu Diri" buat orang lain? Ups. Canda sayang.
Semoga Allah yang Ar-Rahman selalu menjaga sirkel kita tetap waras. Aamiin.
Your email address will not be published. Required fields are marked *