
Halo bestie dunia maya! Coba absen dulu, gimana puasa di minggu pertama ini? Masih semangat membara, atau lambung kalian udah mulai ngajuin surat resign karena kaget jam sarapan tiba-tiba dimajuin jadi jam 3 pagi?
Jujur aja, minggu-minggu pertama Ramadhan itu fasenya "zombie berpeci dan berhijab". Tubuh lagi kaget-kagetnya. Siang hari mata rasanya dipasangi barbel 5 kilo, giliran habis Isya niatnya mau tadarus, eh malah ketiduran di atas sajadah sambil ileran.
Normal? Sangat normal.
Tapi masalahnya, seringkali kewarasan kita diuji bukan sama rasa lapar atau haus, melainkan pas lagi iseng buka Instagram atau TikTok.
Selamat Datang di "Olimpiade Ramadhan"
Pernah nggak sih, lagi leyeh-leyeh nunggu jam buka sambil scroll medsos, terus tiba-tiba lewat postingan teman lu:
"Alhamdulillah, hari ke-5 puasa udah selesai Juz 10! Target khatam 3x Ramadhan ini. Semangat! "Sahur hari ini: Salmon teriyaki, quinoa, dan infused water kurma-zamzam. Stay healthy y’all!
Atau yang update story lari maraton 5KM sebelum buka puasa dengan caption, "Ngabuburit produktif."
Seketika insecure meronta-ronta. Lu ngelihat ke arah diri lu sendiri: rebahan pakai kaos partai lecek, sahur pakai sisa sarden semalam yang dipanasin, boro-boro lari 5KM, jalan dari kasur ke kulkas buat ngambil air wudu aja kakinya nyeret. Terus lu ngelirik Al-Quran di meja yang halamannya masih rapet saking jarangnya disentuh.
Seketika lu merasa jadi hamba paling medioker di muka bumi. Merasa ibadahnya tertinggal jauh kayak peserta balap karung yang karungnya nyangkut di garis start.
Tarik Napas Dulu, Bestie...
Kalau kamu ngerasa gitu belakangan ini, sini kumpul. Tulisan ini mau ngasih kamu sebuah pelukan hangat virtual.
Dengar ya: Ramadhan itu perjalanan spiritual personal, bukan lomba lari F1 atau ajang pencarian bakat.
Setiap orang punya kapasitas, energi, dan privilege waktu yang beda-beda. Temanmu yang bisa tadarus 2 juz sehari mungkin memang sedang punya waktu luang. Temanmu yang bisa tarawih estetik di masjid mungkin nggak harus ngurus anak balita yang lagi rewel-rewelnya.
Sementara kamu? Mungkin kamu adalah pekerja shift malam yang harus nahan ngantuk demi cari nafkah. Mungkin kamu anak kosan yang ngerjain skripsi sambil mikir besok sahur pakai duit siapa. Atau mungkin, kamu ibu rumah tangga yang energinya udah habis disedot urusan dapur dan cucian sebelum dzuhur.
"Ibadahmu nggak akan berkurang nilainya hanya karena tidak semegah milik orang lain di media sosial."
Nikmati Pace-mu Sendiri
Tidak apa-apa kalau minggu pertama ini targetmu cuma "yang penting puasa dan sholat fardhu nggak bolong". Tidak apa-apa kalau kamu sesekali tertidur pulas karena tubuhmu lelah menyesuaikan ritme tidur yang berantakan. Tuhan itu Maha Mengerti kok, Dia nggak minta kamu jadi Iron Man.
Tuhan nggak pernah nge-judge kamu dari seberapa cepat kamu ngebut. Tuhan melihat seberapa keras usahamu melawan rasa malas walau matamu udah setengah tertutup. Tahu nggak? Membaca Al-Quran terbata-bata karena kesulitan pun pahalanya dua kali lipat, lho! Yang satu pahala membaca, yang satu pahala bersusah payah.
Jadi, kalau lihat orang lain ibadahnya lagi "ngebut" bak Usain Bolt, doakan saja mereka istiqomah. Tapi kamu nggak perlu merasa gagal. Ambil napas, sesuaikan gear-mu, dan berjalanlah dengan kecepatanmu sendiri.
Konsisten baca 1 halaman sehari sehabis Subuh jauh lebih baik daripada ngebut 1 Juz di hari pertama, terus libur sampai lebaran.
Tarawih 8 rakaat dengan tenang jauh lebih baik daripada maksain 20 rakaat tapi hati ngedumel, "Ini imam baca surat apa sih panjang bener nggak kelar-kelar?!"
Digital Detox Kalau Perlu!
Kalau postingan achievement ibadah orang lain sukses bikin kamu down, mute aja akunnya sementara. Ini bulan puasa, saatnya kita puasa menahan diri dari segala hal yang merusak kedamaian hati—termasuk puasa dari ngebandingin diri sendiri sama kehidupan orang lain di layar HP.
Ramadhan ini milikmu. Rayakan dengan caramu, dengan segenap kekurangan dan usahamu yang paling jujur.
Selamat menikmati sisa bulan yang indah ini dengan santai, bahagia, dan waras. Yuk, pelan-pelan aja, yang penting sampai tujuan. Semangat!
Your email address will not be published. Required fields are marked *