
Bulan Ramadhan katanya setan-setan pada dikurung. Tapi mari kita ngaca bareng-bareng: setan mungkin lagi pada cuti rebahan, tapi smartphone, ringlight, dan kuota internet kita kan malah makin on fire!
Puasa zaman now itu tantangannya udah mutasi. Dulu, ujian terberat orang puasa itu nahan godaan abang es campur yang lewat pas jam 12 siang. Sekarang? Ujian terberatnya adalah nahan jempol supaya nggak update setiap hela napas ibadah kita ke Instagram, TikTok, dan WhatsApp Story. Rasanya kayak ada "khodam konten" yang selalu bisikin: "Ayo post, followers-mu butuh asupan pahala visual!"
Kita semua pasti pernah (minimal sekali) kepeleset di jalur sutra bernama "pencitraan jalur agama" ini. Anggap saja tulisan ini sebagai ajakan deep talk sambil nunggu bedug maghrib. Mari kita bedah kelakuan kocak kita sendiri di bulan suci ini!
Tragedi Niat Baik Ketabrak FYP
1. Sedekah Takjil Rasa Syuting Hollywood
Niat awalnya mulia banget: bagi-bagi nasi kotak di pinggir jalan. Tapi karena butuh footage buat di-post pakai backsound lagu Maher Zain atau Opick, prosesnya berubah jadi syuting film layar lebar.
"Eh, bentar, bentar! Bapak yang pakai topi, pas nerima kotaknya matanya tolong agak berkaca-kaca ya. Kalau bisa ada air mata netes satu tetes aja. Kurang sedih Pak, coba ingat cicilan motor!" Bapaknya dalam hati cuma bisa batin, "Mbak, saya ini haus mau buka puasa, bukan mau ikut casting sinetron azab." Niatnya ngasih rezeki, tapi ujung-ujungnya malah nyiksa mental yang dikasih.
2. Bukber: Buka (Bersama) Berkonten
Bukber sekarang itu milih tempatnya 10% karena rasa makanan, 90% karena pertimbangan lighting dan spot aesthetic.
Pas azan maghrib berkumandang, bukannya baca doa dan minum teh anget, yang diangkat duluan malah kamera. "Tahan! Jangan ada yang nyentuh tempe mendoan itu sebelum gue boomerang!" Makanan difoto 360 derajat pakai flash. Hasilnya? Es teh keburu anget, soto ayam keburu sedingin sikap mantan.
Setelah diposting dengan caption: "Alhamdulillah, indahnya silaturahmi #RamadhanKareem", eh di meja malah hening. Masing-masing sibuk nunduk, refresh HP buat ngecek siapa aja yang udah view Story. Silaturahminya lewat batin aja kayaknya.
3. Laporan Pandangan Mata Tarawih
Tarawih sekarang udah kayak fashion show busana muslim. Bawa sajadah tebal yang harganya setara UMR, pakai mukena sutra yang kalau kena kipas angin masjid melambai-lambai estetik.
Sampai di pelataran masjid, cekrek! Foto menara masjid agak di-zoom. Caption: "Rakaat ke-4. Punggung aman bestie, semangat ngejar Lailatul Qadar!"
Yang jadi pertanyaan: Itu jempol kenapa sempat-sempatnya nyelip update pas jeda salam? Tarawih bukannya khusyuk dengerin imam baca surat, malah asyik balas komen Reply Story: "Spill mukenanya dong, Kak." ---
Menjaga "Password" Ikhlas Kita
Malaikat Raqib dan Atid mungkin sekarang agak pusing lihat kelakuan kita. Raqib baru mau nulis pahala sedekah, eh Atid langsung nge-draft dosa riya gara-gara diposting. "Ini anak niatnya ngasih takjil Rp 50 ribu, tapi beli kuota buat upload videonya Rp 100 ribu. Boncos dong amalannya?"
Sebenarnya, mengunggah kebaikan itu nggak dosa. Kadang share hal baik bisa nularin semangat ke orang lain. Yang bahaya itu kalau niatnya udah geser. Dari yang awalnya "Lillahita'ala" (karena Allah), jadi "Lillahi-viral-a" (karena pengen viral).
Ikhlas itu konsepnya persis kayak PIN M-Banking. Cuma kamu dan Tuhan yang tahu. Coba bayangin kamu teriak-teriak di pasar, "Woi, PIN M-Banking gue 123456 nih!" Bukannya keren, yang ada saldomu ludes dicolong orang. Nah, amal ibadah juga gitu. Kalau diobral ke semua orang demi likes, "saldo" pahalanya rawan dicolong sama riya dan sombong.
Resolusi "Anti-Ngeselin" Ramadhan Ini:
Filter Hati Sebelum Filter IG: Sebelum pencet 'Share', tanya ke diri sendiri: "Ini diposting buat ngajak orang berbuat baik, atau biar gue kelihatan kayak titisan malaikat?" Kalau jawabannya yang kedua, mending HP-nya dikantongin lagi.
Mode Incognito untuk Amal: Coba deh, punya minimal SATU aja amal baik yang sama sekali nggak kamu ceritain ke siapa-siapa. Nggak di-Tweet, nggak di-Story-in, nggak diceritain ke pasangan. Rasakan sensasi jadi "agen rahasia" jalur langit. Seru, lho!
Nikmati Mendoan Mumpung Masih Panas: Pas bukber, taruh HP-nya di tas. Tatap mata teman-temanmu, ngobrol yang receh-receh, dan nikmati makanannya sebelum dingin. Kenangan di otak jauh lebih awet daripada Story yang hilang dalam 24 jam.
Ramadhan ini, mari kita fokus cari pahala, bukan engagement. Biar amal ibadah kita aja yang trending topic di langit, biarpun followers di bumi cuma dikit!
Your email address will not be published. Required fields are marked *