
Jujur deh, siapa di sini yang kalau masuk bulan Ramadhan punya cita-cita mulia: "Tahun ini pokoknya gue mau sedekah brutal! Mau traktir anak yatim, mau kasih takjil sekomplek, mau lunasin utang teman!"
Keren. Niatnya sih sudah level dewa.
Tapi, begitu dompet dibuka... Jreng jreng! Tiba-tiba tangan jadi kaku, keringat dingin bercucuran, dan mendadak ada debat internal yang sengit antara otak kanan dan otak kiri.
"Eh, ini duitnya buat sedekah atau buat checkout keranjang oren buat baju lebaran nanti, ya?"
Akhirnya? Yang keluar dari dompet cuma selembar uang warna abu-abu (baca: dua ribu rupiah), itu pun lecek bekas kembalian parkir. Niatnya sedekah brutal, realitasnya sedekah minimal.
Kenapa bisa begitu? Karena otot ikhlas kita kaget, Bestie! Belum pemanasan!
Ikhlas itu Kayak Angkat Beban, Perlu Latihan!
Bayangkan Ramadhan itu kayak lari maraton 42 kilometer. Kalau kamu nggak pernah jogging, terus tiba-tiba disuruh lari maraton, apa yang terjadi? Pingsan? Muntah? Atau kakinya copot? (Eh, jangan sampai ya). Minimal, besoknya kamu bakal encok, pegal linu, dan bedrest seminggu.
Sama kayak hati. Kalau selama 11 bulan hati kita terbiasa "menggenggam" erat (baca: pelit), terus pas Ramadhan dipaksa "membuka" lebar-lebar, pasti ada rasa nyeri. Rasanya kayak ada bagian tubuh yang hilang saat uang itu berpindah tangan. Itu namanya "cedera dompet" alias belum ikhlas.
Nah, mumpung Ramadhan masih otw (on the way) dan belum sampai di depan pintu, yuk kita lakukan Pemanasan Otot Ikhlas. Biar nanti pas Ramadhan, berbagi itu rasanya enteng, seringan kapas, bukan seberat dosa mantan.
Ini menu latihannya:
1. Latihan Dasar: Ikhlas Sama Tukang Parkir
Ini ujian level 1 tapi sering bikin emosi jiwa. Pernah nggak, mampir ke minimarket cuma 3 menit buat beli air mineral, pas keluar prit-pritan tukang parkir udah bunyi?
Biasanya reaksi kita:
Otot kaku: Ngomel dalam hati, "Ya Allah, padahal motor gue nggak dia pegang-pegang acan!" Sambil ngasih uang 2.000 dengan muka masam.
Otot terlatih: Senyum, kasih 2.000, bilang "Makasih ya, Pak."
Challenge: Mulai hari ini, setiap kasih uang parkir, setting muka kamu tersenyum tulus. Anggap 2.000 itu sedekah tolak bala supaya ban motor nggak bocor. Kalau sama 2.000 aja masih berat hati, gimana mau wakaf tanah?
2. Latihan Menengah: "Traktir" Teman (Versi Low Budget)
Nggak usah langsung traktir All You Can Eat. Dompet kamu bisa shock culture. Mulai dari yang kecil.
Lagi beli gorengan? Lebihin dua biji, kasih ke teman kantor sebelah meja. "Nih, Bro, tadi kebanyakan beli." (Padahal emang sengaja). Lihat ekspresi senang mereka. Itu candu, lho. Rasa hangat di dada saat lihat orang lain senyum karena kita, itu adalah doping terbaik buat membesarkan otot ikhlas.
3. Latihan Beban: Kotak Amal Jumat
Biasanya kalau jumatan, tangan kita punya sensor otomatis yang canggih banget. Tangan merogoh saku, meraba-raba tekstur uang. Tanpa melihat, jari kita bisa membedakan mana uang 50.000 (halus, licin) dan mana uang 2.000 (lecek, berbulu). Dan ajaibnya, yang terambil selalu yang lecek!
Challenge: Sekali-kali, coba "prank" diri sendiri. Masukkan uang ke saku secara acak. Pas kotak amal lewat, ambil satu lembar tanpa melihat dan tanpa meraba. Langsung cemplungin! Kalau ternyata yang masuk 100.000? Tarik napas, hembuskan, ikhlaskan.
Rasakan sensasi deg-degannya. Kalau kamu bisa senyum setelah itu, selamat! Otot ikhlasmu sudah mulai kekar!
Hati yang "Fit" untuk Ramadhan
Teman-teman, berbagi di bulan Ramadhan itu bukan kompetisi siapa yang paling banyak nol-nya. Tapi tentang siapa yang paling ringan hatinya.
Kita melakukan pemanasan ini bukan supaya dibilang dermawan. Tapi supaya kita tidak kaget dengan limpahan pahala yang Allah janjikan. Sayang banget kan, kalau di bulan "Obral Pahala Besar-Besaran" nanti, kita malah sibuk hitung-hitungan untung rugi?
Jadi, mulai hari ini, yuk kita regangkan otot-otot kikir kita. Buang jauh-jauh rasa "sayang duit". Ingat, rezeki itu kayak air di genggaman tangan; makin digenggam erat, makin banyak yang tumpah keluar. Tapi kalau telapak tangan dibuka (berbagi), airnya justru bisa mengalir dan membersihkan segalanya.
Siap pemanasan? Yuk, mulai dari senyum sama orang di sebelahmu sekarang (jangan senyum sendiri ya, nanti dikira kesurupan).
Ramadhan menanti, saatnya melatih hati untuk berbagi!
Your email address will not be published. Required fields are marked *