
Jujur deh, berapa kali sehari jari jempolmu scrolling media sosial, terus tiba-tiba batinmu menjerit pilu?
Liat teman SD udah jadi CEO startup unicorn. Liat tetangga sebelah lagi flexing liburan ke Islandia ngejar aurora. Liat sepupu jauh baru aja beli mobil listrik yang harganya bikin kalkulator di HP error.
Sementara kamu? Prestasi terbesar hari ini cuma berhasil membalikkan telur dadar tanpa hancur. Atau berhasil bangun pagi dan nggak telat absen fingerprint meski rambut masih model singa kesetrum.
Rasanya dunia ini menuntut kita buat jadi "LUAR BIASA" 24 jam non-stop. Harus sukses muda, harus kaya raya, harus glowing kayak bohlam 50 watt. Kalau nggak gitu, rasanya kita cuma remahan rengginang di dasar kaleng Khong Guan.
Padahal, Bestie... menjadi biasa saja itu nikmatnya masyaAllah, lho.
Jebakan Batman Bernama "Validasi"
Kenapa sih kita obsesi banget pengen terlihat "Wow"? Karena kita kecanduan validasi.
Validasi itu kayak makan keripik pedas. Enak, nagih, tapi kalau kebanyakan bikin sakit perut. Kita posting foto, terus nungguin likes kayak nungguin kurir paket. Kalau yang like dikit, langsung overthinking: "Apa aku kurang keren? Apa filterku kurang estetik? Apa jempol netizen lagi cantengan semua?"
Capek, Jendral!
Hidup demi tepuk tangan orang lain itu melelahkan. Penonton bubar, panggung sepi, kita yang bonyok sendirian ngurusin kostum.
Filosofi "Nasi Putih"
Coba bayangkan nasi putih.
Dia nggak heboh kayak Nasi Biryani. Dia nggak pedas nyolot kayak Nasi Goreng Gila. Dia warnanya putih doang, polos, biasa banget.
Tapi, sadar nggak? Di warung Padang, rendang yang seksi itu nggak akan nikmat tanpa nasi putih. Ayam gulai yang glowing itu butuh nasi putih biar pas rasanya.
Menjadi orang biasa itu kayak jadi nasi putih. Kita adalah penyeimbang.
Kalau semua orang di dunia ini jadi pemimpin yang ambisius, siapa yang mau jadi rakyat yang santuy? Kalau semua orang jadi pembicara motivator yang berapi-api, siapa yang mau dengerin sambil ngemil gorengan?
Dunia butuh kita. Tim Hore. Tim Penggembira. Tim yang kalau diajak nongkrong nggak ngomongin saham melulu, tapi ngomongin, "Eh, bakso di pengkolan sana kok enak banget ya?"
Seni Bahagia Tanpa Syarat
Terus, gimana caranya menikmati seni menjadi biasa saja?
Berhenti Ikut Lomba yang Nggak Kamu Daftar
Orang lain sukses di umur 25? Itu timeline dia. Kamu sukses bangun tidur tanpa sakit pinggang di umur 30? Itu kemenanganmu! Jangan ikut lari maraton padahal kamu lagi pengen jalan santai sambil liat kucing kawin. Nggak nyambung.
Rayakan Kemenangan Receh
Dunia nggak akan kasih piala kalau kamu berhasil nyolok USB sekali jadi (tanpa dibolak-balik 3 kali). Tapi kamu boleh bangga sama diri sendiri.
Berhasil nahan diri nggak checkout keranjang Shopee? HEBAT!
Berhasil nggak marah pas disalip emak-emak sein kanan belok kiri? LUAR BIASA!
Makan mie instan pakai telur setengah matang yang sempurna? PRESTASI!
Jadilah "NPC" yang Bahagia
Tahu NPC (Non-Playable Character) di game? Karakter figuran yang cuma lewat-lewat doang. Kadang, jadi tokoh utama itu beban mentalnya berat. Musuhnya naga, alien, monster.
Jadi figuran itu enak. Tugasnya cuma jalan-jalan, menikmati pemandangan, dan hidup tenang. Nggak perlu menyelamatkan dunia setiap hari. Cukup selamatkan kewarasan sendiri aja udah bagus.
Kamu Sudah Cukup
Artikel ini bukan ngajarin kamu jadi pemalas ya. Kerja keras itu harus, ibadah itu wajib. Tapi, ambisi untuk "terlihat wah" di mata orang lain itu yang perlu dikurangi dosisnya.
Menjadi biasa saja bukan berarti hidupmu nggak bermakna. Justru karena kamu nggak sibuk nyari panggung, kamu jadi punya waktu buat menikmati pertunjukannya. Kamu bisa menikmati kopi panas tanpa sibuk difoto dulu. Kamu bisa ketawa lepas tanpa takut kelihatan jelek di story.
Jadi, mari kita tos dulu. Untuk kita, manusia-manusia biasa yang kalau dompet ketinggalan masih panik, yang kalau hujan masih suka neduh di emperan toko, dan yang kebahagiaannya sesederhana nemu uang dua ribu di saku celana lama.
Kalian semua (kita semua), biasa saja tapi istimewa!
Your email address will not be published. Required fields are marked *