
Mari kita heningkan cipta sejenak untuk para pejuang hubungan yang pernah gugur di medan perang hanya karena satu kata sakti: "Terserah".
Kata ini terdengar sederhana. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terserah artinya "sudah diserahkan kepada kehendak orang lain". Terdengar pasrah dan tawakal, bukan?
Tapi di kamus hubungan asmara? Oh, tunggu dulu, Bestie.
Di situ, "terserah" bermutasi menjadi kode enkripsi paling rumit di dunia, mengalahkan sandi negara mana pun. Bagi kaum wanita, ini adalah ekspresi "tolong dong peka dikit". Bagi kaum laki-laki, ini adalah jebakan Batman yang kalau salah langkah, auto tidur di sofa.
Nah, supaya piring di rumah tetap utuh dan suasana hati tetap adem, mari kita bedah anatomi kata keramat ini dengan kepala dingin (dan perut kenyang).
Kenapa "Terserah" Itu Menakutkan?
Bayangkan skenario klasik ini:
Cowok: "Yang, makan yuk. Mau makan di mana?"
Cewek: "Terserah."
Cowok: "Oke, Nasi Padang ya?"
Cewek: "Ih, santan mulu. Berminyak tau."
Cowok: "Yaudah, Salad?"
Cewek: "Kamu pikir aku kambing makan rumput doang?"
Cowok: "Terus apa? Bakso?"
Cewek: "Panas... lagi gerah nih."
Cowok: (Hening, menatap nanar ke jalanan, merenungkan kesalahan masa lalu)
Masalahnya bukan pada makanannya. Masalahnya, "Terserah" itu sering kali bukan berarti "Apa saja boleh", melainkan "Coba tebak apa yang lagi aku mau, aku kasih waktu 3 detik dari sekarang."
Ini adalah ujian telepati. Dan sayangnya, sekolah kita dulu nggak ada mata pelajaran Ilmu Kebatinan.
Kamus Saku Terjemahan "Terserah"
Berdasarkan riset jalanan (baca: curhatan teman-teman di warkop), berikut adalah beberapa varian makna "Terserah" yang perlu diwaspadai:
1. "Terserah" (Nada Datar, Mata Fokus ke HP)
Artinya: "Aku beneran bingung, capek mikir, tolong kamu aja yang ambil keputusan. Asal jangan yang aneh-aneh, aku ikut."
Solusi: Langsung putuskan dengan tegas. "Oke, kita ke Warung Steak." Jangan nanya lagi. Langsung gas.
2. "Terserah..." (Nada Menghela Napas Panjang)
Artinya: "Aku kecewa sama kamu soal hal lain tadi pagi, tapi aku males bahas sekarang. Jadi terserah kamu mau ngapain, aku mau moody dulu."
Solusi: Bahaya. Jangan ajak makan dulu. Ajak ke toko es krim atau belikan cokelat. Dinginkan reaktor nuklirnya dulu.
3. "Terserah!" (Nada Tinggi, Mata Melotot)
Artinya: "Kamu salah besar, Mas. Dan kamu bahkan nggak sadar salahnya di mana. Good luck."
Solusi: Pura-pura mati. Atau minta maaf secara acak.
Tips Bertahan Hidup: Teknik "5-3-1"
Supaya kita nggak terjebak dalam lingkaran setan tanya-jawab "makan apa", cobalah teknik negosiasi ala FBI yang disebut Metode 5-3-1. Ini menyelamatkan nyawa, serius.
Caranya begini:
Si Penanya (biasanya Cowok) menawarkan 5 pilihan tempat makan.
Si Penjawab (biasanya Cewek) harus mencoret/membuang 2 pilihan yang paling dia nggak mau, menyisakan 3 pilihan.
Si Penanya membuang 1 pilihan lagi dari sisa tiga tadi.
1 pilihan terakhir adalah pemenangnya. Wajib ditaati. Tidak ada banding. Ketuk palu.
Teknik ini adil. Wanita merasa didengar karena punya hak veto (menolak yang nggak dia suka), dan laki-laki merasa punya kendali karena dia yang memberi opsi awal. Win-win solution, kan?
Kesimpulan: Cintai Prosesnya
Pada akhirnya, kata "terserah" itu sebenarnya tanda kalau pasanganmu merasa nyaman menggantungkan keputusan padamu. Cuma ya... kadang caranya bikin uban nambah satu-satu.
Jadi, untuk para wanita: Kasihanilah pasanganmu, kemampuan dukun mereka terbatas. Kalau lagi pengen Seblak, bilang saja Seblak.
Dan untuk para laki-laki: Sabar adalah kunci. Anggap saja ini latihan mental biar awet muda.
Selamat menerjemahkan kode, dan semoga hari ini kalian nggak berantem cuma gara-gara mau makan soto atau sate!
Your email address will not be published. Required fields are marked *