
Zaman sekarang, kalau punya pacar atau pasangan tapi nggak pernah di-post di Instagram Story, pasti langsung dituduh:
“Kamu tuh aslinya dianggap nggak sih sama dia?” “Kok disembunyiin? Jangan-jangan aku simpanan ya?” “Hubungan kita ini sekadar uji coba beta atau gimana?”
Paham, kok. Di era serba konten kayak sekarang, ada dorongan gaib yang bikin kita merasa wajib memamerkan segala hal. Mulai dari kopi estetik pagi hari, kucing lewat, sampai urusan romansa. Tapi jujur deh, pernah nggak sih kamu lihat ada pasangan yang paginya nge-share foto aesthetic pelukan di kafe dengan caption puitis, eh... sorenya bikin thread Twitter (X) sepanjang gerbong kereta api cuma buat nge-spill kejelekan pasangannya?
“Dia tuh aslinya pelit banget, masa tadi beli seblak patungan!” Nah, di sinilah saatnya kita manggil leluhur kita dan belajar satu ilmu sakti bernama: Mendem Jero, Mikul Duwur.
Apa Sih Maksudnya? (Versi Jinak, Bukan Kuliah Teologi)
Secara harfiah, istilah Jawa ini artinya mengubur dalam-dalam, memikul tinggi-tinggi.
Dulu, filosofi ini biasanya dipakai anak untuk menghormati orang tua. Keburukan orang tua dikubur dalam-dalam (mendem jero), sedangkan kebaikan dan kehormatan mereka dijunjung tinggi-tinggi (mikul duwur).
Tapi kalau kita bawa ke ranah percintaan zaman now, artinya simpel banget: Kalau pasanganku lagi dongo atau hubungan kami lagi retak, kubur rapat-rapat di dalam rumah. Tapi kalau dia lagi berprestasi atau berbuat baik, puji dia setinggi langit (bodi mobil F1 juga boleh!).
Masalahnya, netizen zaman sekarang sering kebalik. Pasangan lagi baik diem-diem bae, giliran pasangan lupa matiin pompa air langsung di-post di TikTok pakai sound sedih instrumental piano. Kan kasihan.
Kenapa Kita Perlu "Mendem Jero" di Medsos?
Bayangkan medsos itu kayak pasar malam. Ramai, berisik, dan penuh orang jualan gulali. Ketika kamu berantem sama pasangan terus mutusin buat bikin update status galau atau nge-spill aib dia, kamu itu ibarat lagi bawa pelantang suara (megafon) ke tengah pasar malam terus teriak: “WOI, PACARKU HOBI NGUPIL TERUS DIULER-ULERIN!”
Semua orang bakal nengok. Ada yang kasihan, tapi mayoritas? Ketawa. Atau lebih parah lagi, netizen yang budiman bakal mulai berasumsi dan nge-hakimi hubungan kalian.
Ingat rumus ini: Netizen itu bukan konselor pernikahan. Mereka itu penonton sirkus. Jangan kasih mereka atraksi gratisan.
Nge-mendem jero atau mengubur aib hubungan bukan berarti kita denial atau pura-pura bahagia ya. Ini soal etika dan boundaries. Kalau ada masalah, selesaikan berdua di kamar, atau maksimal bawa ke ring tinju (nggak deng, canda). Intinya, privasi itu seksi. Ada kenyamanan luar biasa ketika tahu bahwa "hanya kita berdua yang tahu resep rahasia dapur kita."
Terus, Gimana Cara "Mikul Duwur" yang Enggak Bikin Eneg?
Nah, kalau bagian mengubur keburukan udah paham, sekarang bagian mengangkat kebaikan. Memuji pasangan di medsos itu boleh banget, malah bagus buat menyenangkan hatinya. Tapi, ada seninya supaya nggak dinilai cringe atau pamer berlebihan sampai didoain cepat putus sama kaum jomblo sekutu setan.
Hindari: "Makasih ya sayang udah beliin aku iPhone 17 Pro Max Turbo, padahal aku cuma minta dibeliin cilok. Kamu emang pelindung duniaku 🤍🥺 #Blessed #CoupleGoals #IriBilangBos" (Plis, stop. Ini mengundang begal dan aura negatif).
Coba Ganti: Foto dia lagi fokus kerja atau lagi bantuin kucing nyebrang, terus kasih caption: "Bangga sama manusia satu ini, dedikasinya luar biasa." Ringan, elegan, tetep nge-trend, dan nggak bikin orang pengen nge-report akunmu.
Ketika kamu memuji hal-hal baik dari pasanganmu di depan publik, kamu lagi membangun "benteng reputasi" buat dia dan hubungan kalian. Orang-orang bakal respek.
Kesimpulan: Log Out Bentar, Peluk Pasangannya
Hubungan yang sehat itu kayak es krim cone di siang bolong; dinikmati sendiri rasanya segar, tapi kalau sibuk difoto kelamaan, keburu meleleh dan dikerubutin semut.
Jadi, yuk mulai kurangi dikit-dikit kebiasaan oversharing hal-hal privat yang nggak perlu. Kalau pacar kamu tiba-tiba nyebelin, tarik napas dalam-dalam, ingat prinsip mendem jero. Taruh HP-nya, ajak dia ngomong baik-baik sambil ngopi.
Lagian, kalau semua hal tentang hubunganmu diposting di medsos, nanti kalau kalian beneran nikah, mau disisain buat apa? Masa buat dokumen kelurahan doang?
Stay private, stay happy!
Your email address will not be published. Required fields are marked *