
Senin libur begini, biasanya waktu yang pas buat buka-buka DM atau WhatsApp. Tapi, jujur deh, ada berapa chat kamu yang masih "centang satu" atau parahnya, sudah "centang biru" tapi nggak dibalas-balas sampai sekarang?
Rasanya? Sakit tapi tidak berdarah.
Kita hidup di zaman serba cepat. Pesan makanan hitungan menit, transfer uang hitungan detik. Tapi urusan hati dan harapan? Seringkali buffering.
Kita sering banget menaruh harapan (baca: Nasta'in) ke manusia.
Kita chat teman mau pinjam duit, eh mendadak dia lupa ingatan.
Kita chat gebetan kasih kode keras, eh dia malah update status sama orang lain.
Kita lapor bos minta naik gaji, eh pesannya "tenggelam".
Manusia itu memang ahlinya memberi harapan palsu (PHP) dan pakar ghosting. Bukan karena mereka jahat, tapi karena mereka manusia: terbatas, pelupa, dan kadang emang lagi nggak mood aja.
Di tengah kekecewaan itu, sadarkah kita kalau ada satu "Kontak" di hidup kita yang statusnya selalu Online, nggak pernah Sleep Call, dan fitur Fast Response-nya aktif 24/7?
Kontak itu ada di Al-Fatihah ayat 5: "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in."
Kenapa Kita Sering Kecewa?
Jawabannya simpel: Karena kita salah alamat saat minta tolong.
Ayat itu punya urutan yang logis banget.
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."
Masalahnya, SOP kita sering kebalik.
Ada masalah? Update story dulu (berharap dikasihani manusia).
Butuh solusi? Tanya group chat dulu.
Galau? Curhat ke teman yang ember bocor dulu.
Pas semua manusia itu nge-ghosting atau kasih solusi yang nggak mempan, baru deh kita ngambek: "Ya Allah, kok hidupku gini banget sih?"
Padahal dari awal, Allah udah buka "Jalur Langit". Jalur VIP tanpa antrean. Tapi kita malah milih antre di loket manusia yang penjaganya lagi istirahat makan siang.
Keunggulan "Server Pusat" Dibanding Manusia
Coba bandingkan "layanan" curhat ke manusia vs curhat lewat jalur "Iyyaka Nasta'in":
Anti-Ghosting Club
Manusia bisa read doang chat kamu karena malas balas. Allah? Setiap doa yang terucap (bahkan yang cuma batin dalam hati) itu terkirim. Nggak ada istilah message pending. Allah Maha Mendengar, bahkan sebelum kamu selesai ngomong.
Kerahasiaan Terjamin (End-to-End Encryption)
Curhat sama teman bilangnya "Jangan bilang siapa-siapa ya", besoknya satu tongkrongan tahu. Curhat sama Allah di sujud terakhir? Aman. Aibmu tertutup rapat.
Solusi yang Valid, Bukan Sekadar "Sabar Ya"
Kalau curhat ke teman, paling mentok dijawab: "Sabar ya, Bestie. Semua akan indah pada waktunya." (Indah apanya, tagihan numpuk!).
Tapi kalau pakai jalur Nasta'in, Allah kasih ketenangan hati dulu, baru kasih jalan keluar dari arah yang nggak disangka-sangka. Kadang solusinya bukan apa yang kita minta, tapi apa yang kita butuh.
Refleksi Receh Hari Ini
Jadi, di hari libur yang santai ini, coba cek lagi hati kita.
Kalau hari ini kamu merasa gelisah karena nunggu kabar seseorang, nunggu panggilan kerja, atau nunggu kepastian utang dibayar... cobalah "ganti operator".
Stop spam chat ke manusia yang nggak peduli.
Mulailah spam doa lewat jalur langit.
Aktifkan fitur "Iyyaka Nasta'in" kamu.
Bilang gini: "Ya Allah, aku capek berharap sama si A, si B, si C. Mereka ghosting semua. Sekarang aku minta tolong sama Engkau aja. Tolong beresin ya, Engkau kan Maha Mengatur."
Percayalah, "Notifikasi" balasan dari Langit mungkin nggak selalu berbunyi ting, tapi pasti akan terasa tesss (adem) di hati.
Selamat liburan, jangan lupa "chat" Bos Besar hari ini!
Your email address will not be published. Required fields are marked *