
Zaman sekarang, narasi jadi independent woman atau cewek mandiri yang alpha male banget tuh lagi naik daun. Keren banget rasanya kalau apa-apa bisa dilakukan sendiri. Pasang gas LPG sendiri? Bisa. Benerin kipas angin kosan yang bunyinya kayak helikopter purba? Sikat. Bayar tagihan bulanan pakai keringat sendiri? Bangga dong!
Tapi jujur deh, se-mandiri-mandirinya kita, pernah gak sih pas lagi jalan malam-malam terus tiba-tiba ada kecoak terbang, insting pertama kita adalah teriak, "Mamaaa!" atau "Ya Allah, tolong!"?
Nah, di situlah casing kemandirian kita langsung retak.
Makhluk Jompo yang Sok Tangguh
Mari kita buka kartu. Manusia itu sebetulnya makhluk yang paling banyak maunya, tapi paling rapuh starter pack-nya. Kita ini butuh oksigen gratis tiap detik, butuh makan tiga kali sehari (kalau telat dikit langsung kena maag dan hangry), butuh disayang, butuh rasa aman, bahkan butuh kuota internet biar gak kesepian.
Bayangkan, kita baru gak ketemu nasi seharian aja udah lemes kayak seblak kemakan air. Baru dighosting gebetan, galaunya bisa seminggu suntuk sambil dengerin lagu sedih di pojokan kamar.
Kita tuh sering sok kuat. Pagi hari pasang muka tangguh di kantor, malamnya nangis di bawah pancuran shower cuma gara-gara sandangan sendal jepit putus. Kita butuh sandaran, Bestie. Kita gak bisa hidup sendirian tanpa bantuan lingkungan sekitar, dan yang paling utama: bantuan dari Atas.
Kenalan sama Al-Shamad, Si "Maha Nggak Butuh Apa-apa"
Di saat kita sibuk mencari sandaran—yang kadang sandarannya malah bikin kecewa (misalnya bersandar ke bahu pacar, eh pacarnya malah bersandar ke bahu orang lain)—ada satu nama yang sering kita lupa: Al-Shamad.
Dalam konsep indahnya Islam, Al-Shamad artinya Allah Mahasempurna dan seluruh makhluk bergantung kepada-Nya.
Bedanya kita sama Allah tuh jauh banget (ya iyalah!). Kita butuh healing ke Bali kalau stres; Allah gak butuh istirahat. Kita butuh kopi hitam biar gak ngantuk pas kerja; Allah gak pernah tidur. Allah gak butuh makanan, gak butuh dipuji, gak butuh siapa pun. Tapi, seluruh semesta dari partikel debu sampai galaksi bimasakti, kalau gak ditopang sama Allah sedetik aja, langsung bubar jalan!
Jadi bayangkan: Kita yang serapuh rempeyek ini, punya Tuhan yang se-Maha Kuat itu. Terus kenapa kita masih sering sok-sokan menanggung beban hidup sendirian sampai asam lambung naik?
Cara Praktis "Bersandar" Tanpa Kelihatan Lemah di Depan Manusia
Menjadi mandiri di hadapan manusia itu bagus banget, biar kita gak jadi beban sosial. Tapi di hadapan Allah, jadilah makhluk yang paling manja. Nggak usah gengsi!
Pas Pagi Hari Mau Struggle: Pas mau berangkat kerja atau kuliah, sebelum starter motor, bisikkan dalam hati: "Ya Allah, saya tahu saya ini modal nekat doang, tolong bantu ya hari ini. Titip takdir baiknya."
Pas Lagi Pusing Target Kerjaaan: Daripada ngeluh di Instastory pakai background hitam yang bikin orang lain males baca, mending gelar sajadah. Bilang, "Ya Allah, Al-Shamad, Engkau tempat bersandar. Ini tugas susah banget, tolong bisikin solusinya ke otak saya."
Bersandar kepada Al-Shamad itu gratis, gak perlu bayar langganan premium bulanan, dan gak bakal pernah di-read doang.
Jadi, mulai hari ini, silakan lanjut jadi orang mandiri yang keren. Silakan raih mimpi-mimpimu setinggi langit. Tapi ingat, sekencang apa pun kamu berlari, pastikan jangkar hatimu tetap tertambat pada Al-Shamad. Karena sekuat-kuatnya kita, kita tetaplah manusia yang butuh penciptanya.
Lagian, capek tahu sok kuat terus. Mending bersandar ke Yang Maha Kuasa, biar hidup gak kerasa berat-berat amat!
Your email address will not be published. Required fields are marked *