
Zaman sekarang, jadi manusia itu ribetnya minta ampun. Baru bangun tidur, belum juga nyawa ngumpul, tangan udah otomatis gerilya nyari HP di bawah bantal. Begitu buka media sosial, langsung disuguhin video anak umur 22 tahun yang udah punya omzet 2 miliar per bulan dari jualan seblak frozen.
Seketika itu juga, dada langsung sesak, kepala pusing, dan batin menjerit: "Gue ngapain aja selama ini?!"
Nah, kalau kamu sering ngerasa hidupmu kayak kesenggol dikit langsung mental breakdown, mungkin masalahnya cuma satu: elemen-elemen dalam dirimu lagi pada musuhan. Orang Jawa zaman dulu sebetulnya udah punya cetak biru (blueprint) biar kita nggak gampang stres. Namanya konsep Rogo, Roso, Cipto, Karso, dan Sukmo. Ini bukan mantra pesugihan, ya! Ini adalah 5 dimensi yang kalau kompak, bakal bikin kamu jadi "Manusia Versi Pro".
Gimana kalau konsep adiluhung ini kita bawa ke era algoritma TikTok dan paylater? Mari kita bedah satu per satu sambil ngaca.
1. ROGO (Si Hardware yang Butuh Elusan, Bukan Cuma Filter)
Rogo itu artinya tubuh fisik. Wadah yang kamu pakai buat jalan kaki, push-up (kalau inget), dan rebahan berjam-jam.
Di era digital, Rogo ini adalah bagian yang paling sering dizalimi. Kita pengennya punya Rogo yang glowing kayak artis Korea, tapi kelakuan kita:
Begadang sampai jam 3 pagi demi nonton drama Korea (ironis, bukan?).
Makan mie instan kuah pake nasi + telor dadar (karbo murni, Bos!).
Duduk membungkuk berjam-jam depan laptop sampai tulang belakang bentuknya udah mirip huruf 'S' di logo Suzuki.
Spiritual Hack: Rawatlah Rogomu. Minimal, kalau udah dapet notifikasi dari tubuh berupa pinggang encok atau mata kedutan, itu artinya Rogomu lagi ngirim chat: "Woi, istirahat! Jangan scroll video kucing mulu!"
2. ROSO (Si Perasa yang Gampang Kena 'Sensing' Netizen)
Roso adalah rasa, emosi, atau emotional intelligence. Ini tentang bagaimana kita merasakan sesuatu, empati, dan mengolah batin.
Dulu, Roso itu diasah lewat dengerin gemercik air atau angin sepoi-sepoi. Sekarang? Roso kita diasah oleh kolom komentar lambe-lambean dan video klarifikasi di YouTube.
Efeknya, Roso kita jadi super sensitif tapi di jalur yang salah. Ngeliat temen posting foto liburan ke Bali, Roso kita langsung bereaksi: “Halah, paling hasil ngutang.” (Padahal dianya aja yang kerjanya lembur bagai kuda).
Spiritual Hack: Belajar pilah-pilah emosi. Nggak semua hal di internet harus dimasukkan ke dalam Roso. Kalau ada konten yang bikin kamu sirik atau emosi, langsung swipe up. Jaga hatimu dari polusi digital.
3. CIPTO (Si Prosesor yang Sering Overheating Jam 1 Pagi)
Cipto adalah pikiran, logika, daya cipta, dan imajinasi. Ini adalah sistem operasi di dalam kepala kita.
Nah, di era digital, prosesor kita ini sering banget overheating alias kepanasan akibat kebanyakan tab yang dibuka. Cipto zaman sekarang digunain bukan buat menciptakan roket, tapi buat mikirin hal-hal gaib kayak: "Kenapa ya si mantan tadi malem nge-view Story gue? Apakah dia belum move on, atau jempolnya kepeleset?"
Ketika Cipto (pikiran) dan Roso (hati) berantem, di situlah lahir anak haram yang namanya Overthinking. Pikiran bilang "Dia gak cocok buat kamu", tapi hati bilang "Tapi dia wangi dan lucu..." Pusing, kan?
Spiritual Hack: Kasih Cipto tugas yang bener. Pake buat mikirin gimana caranya dapet cuan halal atau belajar skill baru, bukan buat bikin skenario fiktif di kepala tentang masa depan yang belum tentu terjadi.
4. KARSO (Si Tombol Starter yang Sering Lumpuh)
Nah, ini dia menu baru kita: Karso. Artinya adalah kehendak, niat, atau kemauan yang kuat. Karso adalah jembatan yang menghubungkan antara Cipto (ide di kepala) menjadi tindakan nyata di Rogo (fisik).
Di era modern, Karso adalah elemen yang paling menderita penyakit Scrolling Paralysis.
Cipto (pikiran) udah tahu: "Gue besok harus bangun jam 5 pagi buat olahraga."
Roso (hati) udah ngerasa: "Iya, badan gue udah makin jompo nih, harus sehat."
Tapi pas jam 5 pagi... Karso-nya gak bangun! Yang ada malah tangan matiin alarm, lalu lanjut merem.
Punya ide (Cipto) itu gratis, tapi punya eksekusi (Karso) itu yang mahal. Jangan sampai kamu terjebak jadi manusia yang "kaya rencana, miskin aksi".
Spiritual Hack: Pakai "Aturan 5 Detik". Begitu Cipto bilang harus ngerjain tugas, hitung mundur 5, 4, 3, 2, 1, langsung gerakkan Rogo untuk bertindak sebelum Karso-mu dihipnotis oleh rasa mager.
5. SUKMO (Si Sumber Energi yang Kelaparan Spiritual)
Terakhir dan yang paling inti: Sukmo. Ini adalah jiwa, ruh, atau spiritual well-being. Sumber listrik utama yang menghidupkan keempat elemen di atas.
Sukmo ini ibarat baterai HP. Tapi sayangnya, kita sibuk ngasih makan Rogo (pake kopi susu kekinian), ngasih makan Cipto (pake konten gosip), tapi Sukmo-nya kurus kering.
Ciri-ciri Sukmo yang kelaparan adalah: Kamu ngerasa punya segalanya—kerjaan ada, temen nongkrong banyak, baju kece—tapi tiap malam pas mau tidur dan lampu dimatikan, ada rasa hampa yang gak bisa dijelasin. Kayak ada yang kosong, tapi gak tahu apa.
Spiritual Hack: Sukmo gak butuh WiFi kenceng atau kuota malam. Dia cuma butuh kamu duduk tenang, ibadah yang khusyuk, meditasi, atau sekadar bersyukur tanpa perlu diposting di feeds Instagram pake caption "Sembah nuwun Gusti". Biar jadi rahasia kamu sama Yang Di Atas aja.
Kesimpulan: Sinkronkan, Jangan Sampai Korslet!
Jadi, gaes, manusia yang unik dan tangguh di era digital itu bukan manusia yang followers-nya jutaan, tapi manusia yang Rogo, Roso, Cipto, Karso, dan Sukmo-nya sefrekuensi. Gak usah muluk-muluk pengen langsung bertapa di gunung. Mulai aja dari sinkronisasi harian:
Rogomu diajak gerak dikit (jalan kaki, jangan GoFood mulu).
Rosomu diajak lebih adem kalau liat orang pamer.
Ciptomu dipake buat mikir yang produktif.
Karsomu dikencengit buat beneran eksekusi niat.
Sukmomu diajak ngobrol lewat doa dan rasa syukur.
Kalau 5 elemen ini udah kompak dan "pindah gigi"-nya pas, dijamin... kamu bakal tetep asyik menjalani hidup, meskipun algoritma medsos lagi hancur-hancuran!
Gimana, dari kelima elemen di atas, bagian mana nih yang paling sering "korslet" di kehidupan kamu? Apakah Cipto-nya kebanyakan mikir, atau Karso-nya yang kebanyakan mager?
Your email address will not be published. Required fields are marked *