
Pernah nggak sih, kamu sudah siap-siap tidur, lampu sudah dimatikan, selimut sudah ditarik sampai dada, posisi bantal sudah ergonomis banget... tapi tiba-tiba otakmu memutuskan untuk menggelar TED Talk?
Topiknya random banget. Mulai dari kecemasan soal karier lima tahun ke depan, tagihan bulan depan, sampai memori cringe waktu kamu salah manggil orang di jalan raya tahun 2018 lalu. Bukannya ngantuk, mata malah melek terang benderang kayak lampu stadion.
Selamat, kamu baru saja menjadi korban dari isi kepala yang terlalu berisik!
Otak Kita Mirip Browser Kebanyakan Tab
Hidup di zaman sekarang ini emang rawan bikin RAM di kepala kita bocor. Di dalam otak kita, rasanya ada 99 tab browser yang terbuka secara bersamaan. Parahnya lagi, ada tiga tab yang muterin lagu dangdut koplo, podcast horor, dan voice note omelan bos—tapi kita nggak tahu tab yang mana!
Kita mikirin ekspektasi keluarga, insecure lihat pencapaian teman di media sosial, sampai mikirin kenapa kucing tetangga kalau ngelihat kita sinis banget. Semuanya berputar-putar menciptakan polusi suara di dalam kepala.
Lucunya, kita sering mengira bahwa dengan memikirkan suatu masalah (baca: overthinking), masalah itu akan selesai. Padahal, overthinking itu ibarat main kuda-kudaan di pasar malam; ada banyak pergerakan, kamu merasa sibuk, tapi kamu nggak maju ke mana-mana.
Biarkan Doa yang Ambil Alih Kemudi
Nah, di sinilah konsep "Doa sebagai Jembatan Hati ke Langit" masuk jadi pahlawan kesiangan (atau lebih tepatnya, pahlawan jam 2 pagi).
Ketika kapasitas otakmu sudah mentok dan logikamu sudah nggak sanggup lagi mengurai benang kusut di kepala, itu tandanya kamu butuh bantuan "Orang Dalam" di langit.
Banyak orang mengira doa itu harus selalu pakai bahasa yang formal, baku, dan puitis abis. Padahal, Sang Pencipta itu bukan guru Bahasa Indonesia yang bakal ngasih nilai C kalau struktur S-P-O-K doamu berantakan. Doa itu adalah obrolan paling jujur antara kamu dan Dia.
Kalau kepala lagi berisik banget, doamu nggak perlu panjang lebar. Kamu bisa saja batin begini:
"Tuhan, hamba capek banget hari ini. Pengen resign rasanya, tapi hamba butuh uang. Tolong diurusin ya sisanya, hamba mau tidur."
"Ya Tuhan, otak saya lagi konslet mikirin masa depan. Saya pasrahin aja proposal hidup saya ke Engkau, tolong di-acc yang paling baik ya."
Kuota Unlimited, Tanpa Status "Read"
Curhat ke teman memang melegakan, tapi teman bisa ketiduran. Curhat ke psikolog itu bagus, tapi argonya jalan terus. Nah, doa ini adalah layanan curhat premium dengan Customer Service 24/7 yang kuotanya unlimited.
Dia nggak akan ninggalin status "Read" doang. Dia nggak akan balas keluhanmu dengan, "Mending kamu, nah kalau aku..." (ini tipe teman yang ngajak adu nasib). Doa adalah jembatan tanpa kabel yang langsung menghubungkan server hatimu yang lagi error ke Cloud semesta yang kapasitasnya tak terbatas.
Tutup Tab-nya, Matikan Lampunya
Jadi, kalau malam ini atau malam-malam berikutnya kepalamu kembali berisik seperti pasar tumpah, berhentilah mencoba memecahkan misteri alam semesta sendirian. Kamu itu cuma manusia biasa, bukan superhero Avengers.
Akui saja kalau kamu bingung. Validasi rasa capekmu. Lalu, bangunlah jembatan kecil dari hatimu ke langit. Serahkan beban yang bukan kapasitasmu untuk diangkat, kepada Dzat yang bahkan bisa menahan planet-planet agar tidak saling bertabrakan.
Biar langit yang bekerja, dan biarkan kamu tertidur lelap. Karena terkadang, solusi dari masalah yang paling rumit adalah istirahat yang cukup setelah doa yang pasrah
Your email address will not be published. Required fields are marked *