
Pernah nggak sih, kamu udah posisi enak banget di kasur? AC udah dingin, selimut udah cozy, bantal udah dipuk-puk biar empuk. Mata udah 5 watt, siap menuju alam mimpi ketemu jodoh imajiner.
Tapi tiba-tiba...
Otak: "Eh, inget nggak tahun 2011 pas upacara bendera, celana lu robek dikit?"
Kamu: "Hah? Nggak mau inget! Tidur!"
Otak: "Atau inget nggak tadi siang pas dadah-dadah ke temen, ternyata dia dadah ke orang di belakang lu? Malu banget sih itu."
Kamu: (Mata langsung melek, jantung deg-degan, keringat dingin).
Selamat! Anda tidak sendirian. Kita semua adalah korban dari "Radio Tengah Malam" yang siarannya nggak pernah kita request.
Padahal siangnya kita fine-fine aja. Tapi begitu lampu dimatiin, kepala mendadak jadi pasar kaget. Ramai banget! Mulai dari mikirin masa depan, mikirin cicilan, sampe debat imajiner lawan orang yang udah nggak ketemu 5 tahun.
Nah, kalau kamu sering ngerasa gini, kenalan dulu sama penyebab utamanya. Di surat An-Nas, fenomena "berisik" ini punya nama keren: Al-Waswas.
Siapa sih si 'Al-Waswas' ini?
Tenang, ini bukan nama tetangga yang suka gibah (walaupun mirip dikit kelakuannya).
Dalam surat An-Nas, disebutkan istilah "Min sharril waswasil khannas".
Waswas: Bisikan halus, suara-suara sumbang, hasutan.
Khannas: Yang sembunyi, yang hit and run, yang maju-mundur.
Jadi, Waswasil Khannas ini kayak ninja. Dia datang pas kita lengah (biasanya pas mau tidur atau pas lagi bengong di kamar mandi), ngebisikin hal-hal yang bikin cemas, terus pas kita sadar dan mau ngelawan... poof! Dia ngumpet.
Begitu kita meleng lagi, dia nongol lagi. "Eh, token listrik udah diisi belum? Kalau mati pas lagi mandi gimana?"
Asli, annoying banget.
Konten Siaran 'Al-Waswas' yang Paling Hits
Si pembisik ini kreatif banget. Dia tahu celah insecurity kita. Biasanya ada 3 top chart bisikan yang sering diputer:
Genre Horor Masa Depan: "Gimana kalau besok presentasi gagal? Gimana kalau dipecat? Gimana kalau jodohku ternyata alien?" (Overthinking level dewa).
Genre Drama Masa Lalu: "Kenapa sih dulu putus sama si A? Coba kalau nggak putus, pasti sekarang udah punya anak lucu." (Padahal putusnya karena dia selingkuh sama kompor gas. Gak logis, tapi bikin baper).
Genre Kriminal: "Besok bolos aja lah, bilang sakit perut. Nggak ada yang tau ini." (Nah, ini hasutan buat males).
Kenapa Kita Sering Kalah?
Masalahnya, kita sering nganggap suara-suara di kepala itu adalah SUARA KITA SENDIRI. Kita mikir, "Duh, kok gue pesimis banget ya orangnya," atau "Kok gue jahat banget ya mikir gini."
Padahal, Surat An-Nas ngasih plot twist: Itu bukan kamu. Itu bisikan.
Ayatnya bilang Yuwaswisu fi sudurin nas (yang membisikkan ke dalam dada manusia). Jadi itu "barang impor" yang masuk ke dada/pikiran kita. Jangan di-klaim! Jangan dimasukin hati!
Ibarat ada orang asing masuk rumah kamu terus teriak "Rumah lu jelek!", masa kamu baper? Ya usir lah!
Cara "Mute" Bisikan Ala An-Nas (Tanpa Ribet)
Surat An-Nas itu sebenernya mantra anti-galau yang powerful banget, asal kita tau cara pakainya. Tuhan tau banget manusia itu makhluk yang gampang overthinking, makanya dikasih surat ini sebagai shield atau tameng.
Coba perhatiin polanya. Di surat ini, kita diajarin buat minta tolong ke Tuhan dengan 3 sebutan sekaligus:
Rabb (Pemelihara/Pengatur)
Malik (Raja/Penguasa)
Ilah (Sembahan)
Ini kayak kita lapor polisi, lapor presiden, plus lapor ke pemilik alam semesta sekaligus cuma buat ngusir satu nyamuk bernama "Waswas". Overkill? Enggak. Itu tandanya kita emang lemah dan butuh backing-an pusat.
Jadi, next time pas kepala kamu mulai berisik:
Sadar Dulu: "Wah, mulai nih siarannya. Ini bukan gue, ini si Waswas lagi iseng."
Jangan Dilawan Pakai Logika: Bisikan itu nggak mempan dilawan pake debat. Makin didebat, makin jadi. "Masa sih aku gagal? Tapi kan nilaiku bagus? Tapi..." Halah, malah jadi begadang.
Aktifkan Mode An-Nas: Baca suratnya, resapi maknanya. Bayangin kamu lagi lari ngumpet di belakang "Raja Manusia" dari gangguan makhluk iseng itu.
Kesimpulan: Tidurlah, Kamu Berhak Tenang
Hidup udah capek, Bestie. Siang kerja bagai kuda, sore macet-macetan, masa malem masih mau disiksa sama pikiran sendiri?
Sandal aja perlu diamankan pas Jumatan biar nggak ilang, apalagi hati dan pikiran kamu. Harus diamankan dari bisikan-bisikan toxic yang nggak jelas juntrungannya.
Jadi, kalau nanti malam "Radio Galau FM" mulai siaran lagi di kepala, langsung aja ganti frekuensi. Ambil wudhu, tarik selimut, baca An-Nas, dan bilang ke si Waswas:
"Maaf, Anda salah sambung. Saya mau tidur cantik. Bye!"
Your email address will not be published. Required fields are marked *