
Coba deh jujur, akhir-akhir ini ngerasa pundak berat banget nggak sih?
Kirain karena ketempelan "penunggu" pohon beringin depan kompleks, eh pas dicek ke cermin, ternyata yang nempel adalah beban ekspektasi, tumpukan deadline, dan cicilan paylater yang udah mau jatuh tempo. Pantesan berat!
Rasanya baru bangun tidur aja udah capek. Buka mata, narik selimut, ngehela napas, terus mikir: "Duh, harus jadi manusia dewasa lagi hari ini. Bisa di-skip nggak sih?" Jalan ke kamar mandi kerasa kayak lagi ikut wajib militer. Ngadepin macet di jalan raya rasanya pengen cosplay jadi burung merpati aja biar bisa terbang. Semuanya serba berat, serba capek, serba bikin emosi. Kalau kamu lagi ada di fase mental jompo begini, mari kita ngumpul sebentar. Kayaknya ada yang salah sama cara kita "ngangkat" beban hidup.
Menggendong Ransel Berisi Batu Bata (Alias: Overthinking)
Sering banget kita nyalahin faktor eksternal pas hidup lagi kerasa berat.
"Ini pasti gara-gara cuaca nih!"
"Ini pasti gara-gara zodiak gue lagi nggak sinkron sama bulan sabit!" "Ini murni karena bos gue reinkarnasi dari ibu tiri Cinderella!"
Padahal, Bestie, coba deh kita pause sebentar buat evaluasi diri. Jangan-jangan, yang bikin hidup kerasa berat itu bukan karena jalannya yang nanjak, tapi karena kita sendiri yang maksa jalan nanjak sambil bawa ransel isi batu bata!
Batu bata apa tuh? Ya batu bata dosa harian, batu bata kesombongan, batu bata overthinking, sampai batu bata "kurang bersyukur".
Dikasih kerjaan, ngeluh capek.
Nggak ada kerjaan, ngeluh insecure lihat LinkedIn temen.
Liat tetangga beli kulkas baru, hati panas padahal kita juga nggak doyan nyimpen makanan.
Setiap keluhan, rasa dengki, dan ego pengen "ngatur" dunia sesuai kemauan kita itu pelan-pelan jadi kerak di hati. Makin tebal keraknya, makin berat jalannya.
Waktunya "Deep Cleaning" Pakai Istighfar
Nah, kalau HP mulai lemot dan berat, biasanya kita klik tombol Clean Junk Files, kan? Di manusia, tombol deep cleaning itu namanya Istighfar.
Istighfar (Astaghfirullahaladzim) itu literally obat penurun tekanan batin yang nggak dijual di apotek. Ini bukan sekadar ritual orang alim, tapi sebuah pengakuan psikologis yang paling melegakan.
Bayangin, dengan beristighfar, kita tuh lagi ngomong gini ke Tuhan:
"Ya Allah, ini hamba-Mu yang banyak gaya tapi gampang encok ngaku kalah. Hamba kebanyakan ngeluh, hamba sering sok pinter. Hamba taruh ya beban ini di sini, tolong bantu ringanin dong, Ya Allah."
Begitu kita ngaku kalau kita ini lemah, banyak salah, dan nggak punya kuasa apa-apa buat ngontrol masa depan... BLAAR! Tiba-tiba ada beban tak kasat mata yang luruh dari pundak. Plong. Kayak habis ngelepas sepatu kekecilan yang dipakai seharian.
Gimana Cara Evaluasi Sambil Istighfar Tanpa Ketahuan Bos?
Gampang banget! Nggak usah nungguin weekend buat ikut retret spiritual ke pegunungan.
Lagi mumet lihat layar Excel yang angkanya nggak balance: Daripada kamu ngutuk si pembuat rumus VLOOKUP, mending sandaran di kursi. Tarik napas, ucap dalam hati, "Astaghfirullah, mungkin gue kurang sedekah makanya nih angka ikutan pelit."
Lagi emosi sama omongan orang: Daripada mikirin balasan nyinyir berjam-jam sampai asam lambung naik, potong aja rantainya. "Astaghfirullahaladzim, ya udah lah, maafin aja. Dia nyinyir mungkin karena sarapannya pakai karet gelang."
Lagi rebahan malam hari dan tiba-tiba nyesek tanpa alasan: Pegang dadamu, elus pelan-pelan. "Astaghfirullah, hati gue capek karena dari pagi belum diajak nginget Tuhan."
Lepasin Aja, Biar Nggak Berat
Hidup ini emang didesain ada ujiannya, Kawan. Kalau nggak ada ujiannya, namanya Try Out anak SD. Tapi Tuhan nggak pernah ngasih ujian yang beratnya ngelewatin kapasitas kita. Kalau kerasa terlalu berat, mungkin kitanya aja yang salah posisi ngangkatnya, atau kitanya lupa minta tolong sama yang bikin ujian.
Yuk, berhenti memaksakan diri jadi superhero. Kamu boleh capek, kamu boleh nangis, kamu boleh istirahat. Tarik napas yang dalam, perbanyak istighfar, dan biarkan Tuhan yang ambil alih setir hidupmu sebentar. Percaya deh, pelan-pelan urusan yang ruwet bakal terurai sendiri.
Tetap semangat ya, pundak jompo! Hari ini kamu udah berjuang hebat banget.
Your email address will not be published. Required fields are marked *