
Jujur deh, Bestie. Kalau kamu putus sama pacar (apalagi diselingkuhin), apa doa pertama yang terlintas di hati kecilmu yang paling dalam?
Apakah: "Semoga dia bahagia selamanya"?
Atau: "Ya Allah, semoga dia bisulan di hidung pas hari pernikahannya"?
Hampir 90% dari kita pasti memilih opsi kedua (atau sejenisnya). Manusia itu kalau udah sakit hati, hitung-hitungannya kalahin kasir Indomaret. Kita bakal ngerasa rugi bandar.
"Aku udah beliin dia skincare mahal, eh giliran glowing dinikmatin orang lain!"
"Aku yang nemenin dari nol, giliran sukses dia lupa diri."
Kalau bisa, semua barang pemberian kita mau ditarik lagi. Kalau perlu, oksigen yang pernah kita hembuskan di dekat dia juga minta dibalikin dalam bentuk tabung gas 3kg.
Nah, di sinilah letak bedanya Cinta Kita (yang receh) vs Cinta Allah (Ar-Rahman).
Konsep Ar-Rahman: Anti Main Hitung-Hitungan
Kalau kita pakai logika manusia untuk menilai cara kerja Allah, kita pasti bakal insecure berat.
Coba perhatiin sekeliling. Pernah nggak sih kamu lihat orang yang ibadahnya bolong-bolong, kelakuannya minus, mulutnya pedes kayak seblak level 5, TAPI... rezekinya lancar jaya? Mobilnya baru, instastory-nya liburan terus, dan hidupnya kelihatan happy banget?
Sementara kamu yang rajin shalat Dhuha dan puasa Senin-Kamis, kok dompetnya masih sering kena penyakit "kanker" (kantong kering)?
Di situlah kita harus paham konsep Ar-Rahman.
Ar-Rahman itu artinya Allah Maha Pengasih untuk SEMUA. Ingat ya, di-capslock: SEMUA.
Allah itu nggak kayak mantan yang dendaman.
Kalau mantan bilang: "Balikin hoodie aku sekarang!"
Allah bilang: "Hambaku, meskipun kamu lupa shalat Subuh tadi pagi, nih Aku kasih matahari yang hangat, oksigen yang segar, dan jantung yang tetap berdetak. Gratis."
Bayangin kalau Allah itu baperan kayak kita.
"Wah, si Fulan hari ini ghibahin orang 2 jam. Oke, cabut nikmat pengecap rasanya. Biar makan nasi padang rasanya kayak makan kardus."
Tapi kenyataannya? Orang yang paling durhaka pun masih dikasih makan enak sama Allah. Itu bukti dahsyatnya Ar-Rahman. Ini adalah "Jatah Umum". Semacam Starter Pack kehidupan atau Free Trial premium yang dikasih ke siapa aja yang punya KTP "Makhluk Hidup".
Kenapa Kita Nggak Boleh Insecure?
Seringkali kita insecure melihat "Jatah Mantan" (eh maksudnya jatah orang-orang yang ingkar) yang terlihat lebih mewah.
Padahal, konsepnya gini:
1. Ar-Rahman itu Fasilitas Umum
Rezeki dunia (harta, tahta, kuota) itu di mata Allah nilainya receh banget, saking recehnya, orang jahat pun dikasih. Jadi kalau kamu lihat orang yang nggak taat tapi kaya raya, jangan iri. Itu cuma fasilitas umum. Jangan insecure sama orang yang dikasih banyak "mainan" di dunia.
2. Jatah Tuhan yang Spesial Itu Ar-Rahim
Nah, ini kuncinya. Kalau Ar-Rahman itu buat semua (kayak Wi-Fi gratis di alun-alun), Ar-Rahim itu adalah Private Server VIP khusus buat kamu yang beriman.
Jatah Ar-Rahim itu berupa ketenangan hati, kemudahan ibadah, dan grand prize berupa Surga nanti. Ini yang nggak dikasih ke sembarang orang.
Stop Jadi "Mantan" yang Toxic buat Diri Sendiri
Jadi, mulai sekarang stop stalking kehidupan orang lain sambil ngedumel sama Tuhan.
"Ya Allah, dia kok jahat tapi followers-nya banyak?"
Jawabannya simpel: Karena Allah itu Ar-Rahman. Dia Maha Memberi, nggak peduli si penerima itu tahu diri atau nggak.
Kita belajar dari Ar-Rahman untuk berhenti jadi manusia yang transaksional.
Kalau Allah aja masih ngasih makan ke "hamba-Nya yang durhaka" (baca: kayak mantan yang nyebelin), masa kita mau terus-terusan dendam sama hal-hal kecil?
Tips Anti-Insecure Hari Ini:
Kalau kamu lihat orang lain sukses padahal kelakuannya nauzubillah, senyumin aja sambil batin:
"Oh, dia lagi menikmati fitur Ar-Rahman. Silakan, bestie. Nikmati selagi bisa. Aku mah nunggu giveaway Ar-Rahim aja yang lebih abadi."
Hidup jadi lebih santuy, hati adem, dan nggak perlu lagi ngarepin mantan bisulan.
Stay happy, stay grateful! Tuhanmu itu asyik banget, kitanya aja yang sering kaku.
Your email address will not be published. Required fields are marked *