
Halo, Sobat Multitasking.
Apakah kamu membaca artikel ini sambil: a) Buru-buru pulang kerja tapi terkena macet? b) di belahan dunia lain yang sedang makan siang dalam waktu 3 menit? b) Pura-pura serius menatap layar padahal otak lagi buffering? c) Di toilet, karena cuma di sini kamu bisa dapat ketenangan batin dari bos?
Kalau jawabanmu salah satu di atas, selamat datang di klub. Kita semua adalah atlet cabang olahraga "Pura-pura Kuat Menghadapi Deadline".
Saking sibuknya kita mengejar karier (dan mengejar diskon ojol), kita sering menyalakan mode autopilot. Badan bergerak, mata melek, tapi jiwanya ketinggalan di kasur.
Akibatnya? Banyak hal-hal kecil, ajaib, dan absurd di sekitar kita yang terlewat begitu saja. Mari kita bedah apa saja momen emas yang sering lolos dari radar kita.
1. Perubahan Wajah Tetangga (dan Lingkungan)
Pernah nggak sih, kamu berangkat kerja masih gelap, pulang kerja sudah gelap lagi. Siklus ini berulang terus sampai suatu hari di hari Minggu kamu keluar rumah dan kaget:
"Loh, kok warung Bu Tejo sekarang jadi Mixue?" "Loh, kok pohon mangga depan rumah ilang?" "Loh, kok anak tetangga udah sunatan? Perasaan kemarin masih digendong?"
Kita terlalu sibuk menatap layar HP sampai lupa kalau dunia 3D di sekitar kita itu berubah. Jangan-jangan kalau ada UFO parkir di depan pagar pun, kita cuma bakal bilang, "Misi Mas, gojek ya? Titiknya sesuai map kan?"
2. Sinyal SOS dari Tubuh Sendiri
Ini yang paling sering kejadian. Saking fokusnya kerja, kita sering nggak sadar kalau tubuh kita lagi teriak minta tolong.
Misteri Memar Biru: Pas mandi sore, tiba-tiba nemu memar di paha. "Hah? Kapan kejedotnya? Kok nggak sakit?" Ternyata tadi siang kita nabrak meja saking buru-burunya, tapi sensor rasa sakitnya pending karena lagi stres mikirin revisi.
Menahan Pipis Level Dewa: "Nanggung, satu email lagi." Tahu-tahu sudah 3 jam menahan pipis sampai ginjal rasanya mau resign.
Lupa Napas: Serius. Coba cek sekarang. Jangan-jangan dari tadi kamu napasnya pendek-pendek kayak orang dikejar satpol PP? Tarik napas, Sobat. Gratis kok.
3. Keajaiban "Suara Latar" Kehidupan
Karena telinga kita selalu disumpal earphone (biar nggak diajak ngobrol teman kantor), kita melewatkan simfoni kehidupan yang sebenernya kocak.
Coba sekali-kali lepas headset. Kamu bakal denger:
Suara token listrik tetangga yang bunyi tit-tit-tit (irama panik yang relate banget).
Abang tukang roti yang melodinya tet-tet-tew tapi nadanya fals dikit.
Kucing berantem yang suaranya kayak bayi nangis tapi versi heavy metal.
Itu semua adalah soundtrack orisinal kehidupan yang nggak ada di Spotify. Sayang banget kalau dilewatkan.
4. Ekspresi Muka Orang di Jalan
Kalau kamu naik kendaraan umum atau lagi di lampu merah, coba perhatikan muka orang-orang. Bukan buat nge-judges ya, tapi buat hiburan.
Ada bapak-bapak yang mukanya garang banget naik motor gede, tapi helmnya gambar Hello Kitty. Ada mbak-mbak SCBD yang outfit-nya jutaan rupiah, tapi lagi nguap lebar banget sampai amandelnya kelihatan.
Melihat ini menyadarkan kita satu hal: Semua orang itu sebenernya lagi capek dan cuma berusaha bertahan hidup. Kita jadi lebih santai dan nggak gampang emosi kalau disalip. "Yaudah lah, mungkin dia kebelet."
5. Rasa Makanan (Yang Sebenarnya)
Berapa kali kita makan siang cuma sebagai syarat "biar nggak mati"? Kita nyendok nasi, masuk mulut, kunyah, telan. Rasa? Nggak tahu, yang penting kenyang.
Padahal, mungkin abang nasi gorengnya udah bereksperimen nambahin bumbu rahasia hari itu. Atau mungkin ayam gepreknya lagi asin banget karena abangnya lagi galau diputusin pacar.
Kita melewatkan "drama" di balik rasa makanan itu karena kita makan sambil balas chat grup kantor. Lidah kita jadi mati rasa, se-mati rasa hati ini melihat saldo ATM.
Jadi, Gimana Dong?
Artikel ini bukan mau nyuruh kamu berhenti kerja lalu pergi bertapa ke gunung. Cicilan panci kan tetap harus dibayar.
Cuma mau ngajak, coba deh sesekali jeda 5 detik.
Pas lagi jalan ke parkiran, lihat langit. (Siapa tahu ada layangan putus, lumayan). Pas lagi minum kopi, rasain paitnya. (Biar sadar hidup itu emang pait, canda pait). Pas kucing lewat, perhatiin cara jalannya yang sok asik.
Hal-hal kecil ini nggak bikin kamu kaya raya, tapi lumayan bikin kita merasa jadi manusia lagi, bukan robot penyelesai tugas.
Dah, gitu aja. Sekarang lanjut kerja gih. Jangan lupa kedip!
Your email address will not be published. Required fields are marked *