
Pernah gak sih nemu orang yang kalau postingannya di-like atau dibilang "Masya Allah, keren banget!" langsung senyum-senyum sendiri kayak menang undian jalan sehat? Tapi giliran chat WA-nya cuma di-read alias dicuekin, dunianya serasa mau kiamat dan langsung bikin story galau berlatar hitam?
Nah, ini fenomena baper akut zaman now. Padahal kata para ulama, tanda orang yang ilmunya beneran ngelotok dan ngeresep sampai ke tulang sumsum itu simpel: dipuji gak terbang, dicuekin gak tumbang.
Bedanya Takut Anjing Galak Sama Takut Sama Allah (Khasy-yah)
Banyak orang ngaku pinter, kitabnya tebel-tebel, atau gelar akademisnya berderet kayak gerbong kereta Pasundan. Tapi kok hatinya gampang remuk cuma gara-gara omongan tetangga? Itu tanda ilmunya belum ditemani yang namanya khasy-yah.
Khasy-yah itu beda sama rasa takut waktu kamu mendadak ketemu anjing galak di gang sempit. Kalau ketemu anjing, kamu takut terus lari tunggang-langgang sambil lempar sandal. Tapi khasy-yah itu rasa takut yang berpadu sama kekaguman, rasa hormat, dan kesadaran betapa kerdilnya kita di hadapan Allah. Orang yang punya khasy-yah itu batinnya mateng. Ibarat kopi tubruk, ampasnya udah mengendap sempurna di dasar cangkir—gak mengapung-ngapung bikin kotor bibir.
Resep Menghadapi Pujian dan Cacian Netizen
Kenapa kita gampang melayang pas dipuji? Ya karena kita lupa kalau yang dipuji orang lain itu cuma "topeng" atau bungkus luar kita. Allah itu lagi baik banget menutupi belang, kebobrokan, dan dosa-dosa kita. Coba kalau dosa ada baunya kayak terasi busuk, boro-boro ada orang mau follow IG kita, yang ada mereka lari terbirit-birit!
Makanya, kalau ada orang bilang, "Wah, Kang, antum kok cerdas, alim, dan berwibawa banget ya!", santai aja. Ucapkan Alhamdulillah, lalu bisikkan dalam hati: "Ngarang banget ini orang, dia gak tahu aja semalem saya tidur ileran."
Begitu juga kalau kamu dicuekin, dihujat, atau gak dianggap di tongkrongan. Gak usah emosi. Ingat, pujian manusia gak bakal nambah saldo surga kamu, dan cacian manusia juga gak otomatis bikin kamu masuk neraka. Malaikat Raqib dan Atid gak bakalan mogok nyatet amal baikmu cuma gara-gara statusmu gak ada yang like.
Dunia Cukup di Tangan, Jangan Masukin Hati
Ilmu yang melahirkan khasy-yah bakal bikin kita sadar kalau dunia ini cuma kayak air laut—makin diminum makin haus. Cukup pegang dunia di telapak tangan, jangan dimasukkan ke dalam hati. Kalau cuma ditaruh di tangan, pas hilang ya tinggal lepas, gampang. Tapi kalau ditaruh di dalam hati, begitu hilang, hatinya ikut sobek!
Jadi, yuk belajar menata batin. Kalau lagi dipuji orang, istighfar. Kalau dicuekin orang, ya ngopi aja dulu. Biar hidup kita gak gampang oleng cuma gara-gara angin sepoi-sepoi bernama pandangan manusia.
Your email address will not be published. Required fields are marked *