
Pernah dengar istilah Self-Made Man atau Self-Made Woman? Itu lho, sebutan buat orang-orang yang katanya sukses berkat kerja keras mereka sendiri tanpa bantuan siapa pun. Kedengarannya keren ya? Kayak superhero yang lahir dari ledakan nuklir terus tiba-tiba jago terbang.
Tapi jujur deh, secara logika, istilah itu agak sedikit... halu.
Kenapa? Karena dalam hidup ini, sejago-jagonya kamu, sesukses-suksesnya kamu, kamu tetap butuh orang lain. Bahkan untuk hal paling sepele sekalipun. Enggak percaya? Mari kita liat faktas-fakta kocak di bawah ini.
1. Pesawat Aja Butuh "Tukang Parkir"
Bayangkan kamu adalah seorang pilot pesawat jet tempur atau Boeing 747 yang harganya triliunan. Kamu sudah sekolah penerbangan bertahun-tahun, hafal semua tombol di kokpit yang jumlahnya lebih banyak dari jerawat remaja. Keren, kan?
Tapi begitu mendarat (landing), apakah kamu bisa parkir sendiri sambil melongok jendela kayak supir angkot nyari penumpang? Enggak bisa, Malih!
Kamu tetap butuh mas-mas di landasan yang pegang tongkat lampu disko (disebut Marshaller) buat ngasih kode: "Kiri dikit... op... op... yak, pas!" Tanpa mereka, itu pesawat moncongnya bisa nyungsep ke ruang tunggu keberangkatan. Pilotnya hebat? Banget. Tapi tanpa tukang parkir pesawat, dia cuma pilot yang bingung mau naruh kendaraannya di mana.
2. Artis Konser vs. Tukang Gulung Kabel
Kita sering terpukau sama penyanyi yang tampil slay di atas panggung. Lampu spotlight warna-warni, suara menggelegar, baju penuh payet yang kalau kena sinar matahari bisa bikin silau satu kelurahan.
Tapi coba bayangkan kalau tim produksinya mogok kerja.
Si artis nyanyi, tapi mikrofonnya mati karena tukang kabel lagi jajan seblak.
Si artis mau headbang, tapi panggungnya gelap gulita karena abang genset lupa isi bensin.
Si artis haus, tapi enggak ada kru yang naruh botol minum di pinggir panggung.
Akhirnya bukan jadi konser legendaris, malah jadi lomba karaoke agustusan yang sound system-nya kresek-kresek. Penampilan terbaik itu lahir dari keringat orang-orang yang namanya bahkan enggak ada di poster.
3. Suksesmu Adalah Kontribusi "Mas-Mas Kurir"
Kamu merasa sukses karena berhasil beli laptop baru hasil kerja keras bagai kuda? Coba ingat-ingat, siapa yang nganter itu laptop sampai depan gerbang kosan sambil kehujanan dan neriakin kata sakti: "PAKEEETTT!!!"?
Kalau kurirnya mager, laptopmu enggak sampai. Kalau kurirnya nyasar ke dimensi lain, kerjamu terhambat. Jadi, di dalam setiap pencapaianmu, ada setetes bensin dari motor kurir yang berjuang demi bintang lima darimu.
Kenapa Kita Sering Lupa?
Mungkin karena ego kita suka makan gorengan terlalu banyak, jadi agak berminyak dan licin. Kita senang merasa bahwa "Ini semua karena gue!". Padahal:
Kita bisa kerja fokus karena ada ibu kantin yang nyediain nasi uduk enak.
Kita bisa tampil rapi karena ada tukang laundry yang berjuang nyetrika baju kita sampai licin kayak perosotan TK.
Kita bisa bangun pagi karena ada alarm HP buatan orang jenius di luar sana (atau mungkin karena teriakan maut ibunda).
Quote Hari Ini: > "Jangan sombong kalau sudah di atas. Ingat, pesawat sehebat apa pun tetap butuh orang di bawah buat markirin. Kalau nggak, ya wassalam."
Kesimpulan
Jadi, buat kamu yang lagi berjuang atau yang sudah merasa di puncak: Apresiasi orang-orang di sekitarmu. Tim suksesmu bukan cuma mereka yang namanya ada di struktur organisasi, tapi juga mereka yang dengerin curhatan recehmu, mereka yang bikinin kopi pas kamu lembur, sampai abang ojek yang ngebut biar kamu nggak telat meeting.
Nggak ada yang benar-benar self-made. Kita semua adalah hasil "keroyokan" dari kebaikan dan bantuan orang lain.
Your email address will not be published. Required fields are marked *