
Pernah nggak sih, suatu pagi Mak bangun, badan rasanya kayak habis digebukin massa padahal cuma tidur doang? Pas mau bikin kopi, gas habis. Pas mau mandi, air mati. Pas mau teriak "TOLOOONG!", eh sadar kalau kita ngerasa harus bisa ngelakuin semuanya sendirian biar dibilang Wonder Woman.
Stop, Mak! Berhenti jadi pahlawan kesiangan yang apa-apa dipikul sendiri. Faktanya, di balik kesuksesan seorang Ibu yang berhasil nyetrika tumpukan baju setinggi Gunung Semeru, ada "Grup Pendukung" yang sering kita lupakan.
Mari kita absen siapa saja mereka yang bikin hidup kita nggak hancur-hancur amat:
1. Koalisi "Abang Sayur" dan "Kang Paket"
Jangan remehkan Abang Sayur yang lewat jam 6 pagi. Dia itu intelijen dapur kita. Tanpa dia, kita harus dandan rapi cuma buat beli lengkuas dua ribu perak ke pasar. Dia tahu kapan kita lagi bokek (karena cuma beli tempe) dan tahu kapan kita lagi syukuran (karena borong ayam).
Terus ada Kang Paket. Siapa yang bikin Mak bahagia selain suami? Ya Mas-Mas yang teriak "PAKETTT!" di depan pagar. Mereka adalah kurir kebahagiaan yang rela menembus hujan demi nganter daster incaran Mak yang harganya cuma 35 ribu tapi gratis ongkir. Tanpa mereka, hidup kita kurang check-out, Mak!
2. Pasukan "Emak-Emak WhatsApp Group"
Grup WA sekolah anak atau grup RT itu kadang memang berisik kayak pasar burung. Isinya kalau nggak stiker "Selamat Pagi" pakai gambar bunga mawar, ya info-info yang kadang bikin pusing.
Tapi, begitu anak kita lupa bawa buku PR atau ada info pemadaman listrik sepihak, siapa yang jadi penyelamat pertama? Ya mereka! Itulah grup pendukung paling real-time. Tanpa mereka, kita bakal kuper dan telat tahu kalau harga minyak goreng lagi diskon di minimarket sebelah.
3. "Tukang Laundry" sang Penyelamat Kewarasan
Buat Mak-Mak yang bekerja atau yang anaknya lagi hobi ganti baju lima kali sehari, Tukang Laundry adalah malaikat tanpa sayap. Bayangkan kalau mereka nggak ada. Kita bakal terkubur di bawah gunungan baju kusut sambil menangis bombay. Berkat bantuan mereka, kita bisa tampil kece dengan baju licin tanpa harus pegel megang setrikaan yang panasnya kayak omongan tetangga.
4. Suami dan Anak (Grup Pendukung yang Kadang Bikin Darah Tinggi)
Nah, kalau yang ini adalah grup pendukung inti. Memang sih, kadang bukannya bantuin malah nambahin cucian piring. Tapi, di balik kaos kaki yang naruhnya sembarangan, merekalah alasan kita semangat cari cuan dan masak enak. Pujian kecil kayak, "Masakan Bunda enak banget hari ini," itu lebih manjur daripada suplemen vitamin mahal mana pun, kan?
Kenapa Harus Temukan Mereka Sekarang?
Karena banyak dari kita yang gengsi minta tolong. Kita merasa kalau minta bantuan itu artinya kita lemah. Padahal, pilot pesawat paling canggih aja nggak berani parkir kalau nggak ada mas-mas yang ngasih kode di landasan.
Kalau Mak maksain semua sendiri:
Gas habis? Angkut sendiri, pinggang encok.
Galon kosong? Pasang sendiri, air tumpah semua.
Stres numpuk? Dipendam sendiri, eh malah jadi ngomel ke kucing.
Kesimpulan: Jangan Jadi "Single Player" di Game Kehidupan
Temukan grup pendukungmu. Ucapkan terima kasih ke mereka. Kasih tip lebih buat abang kurir, kasih senyum buat tukang laundry, dan jangan left grup WA RT dulu meskipun isinya banyak hoaks—siapa tahu besok ada info pembagian sembako!
Hidup itu berat, Mak. Kalau dipikul sendiri ya makin berat. Kalau bareng-bareng? Tetap berat sih, tapi setidaknya ada temen buat ngeluh sambil ngeteh bareng.
Your email address will not be published. Required fields are marked *