
Halo para budak korporat, pejuang freelance, dan kaum overthinking jam 2 pagi! Coba jujur, seberapa sering kamu bangun tidur bukannya merasa segar, tapi malah membatin, "Ya elah, hidup gini amat nyari duit"?
Di era hustle culture ini, kita didikte untuk terus lari. Bangun pagi, ngopi, kerja bagai kuda, revisi, diomelin bos, kena macet, pulang, scroll TikTok sampai mata perih, tidur. Besoknya gitu lagi. Kita terlalu sibuk mengejar "kehidupan" (baca: saldo rekening dan validasi sosial) sampai lupa satu hal yang paling pasti di dunia ini: Kita semua bakal mati, Bosku.
Terdengar horor? Eits, tunggu dulu. Mari kita ubah mindset-nya. Mengingat kematian itu sebenarnya adalah life hack paling ampuh biar hidup kamu jauh lebih chill.
Ironi Manusia Modern: Takut Mati, Tapi Hidup Kayak Zombie
Ada satu kutipan keren banget: "Kehidupan ada karena adanya kematian. Sesuatu disebut hidup karena ada yang bisa disebut mati." Bayangkan kalau manusia itu abadi. Kamu nggak akan pernah mati. Keren? Awalnya mungkin iya. Tapi coba pikir lagi: kamu harus bayar cicilan KPR selamanya, dengerin revisi dari klien sampai kiamat (yang mana nggak akan datang-datang), dan ketemu hari Senin literally untuk selama-lamanya. Seram, kan?
Justru karena waktu kita punya tanggal kedaluwarsa, hidup ini jadi berharga. Masalahnya, orang modern itu sering terlena. Kita pura-pura lupa kalau kita bakal mati. Kita kerja seolah-olah besok masih ada waktu buat istirahat, padahal asam lambung udah naik sampai ubun-ubun. Kita baru ingat mau "istirahat tenang" kalau udah benar-benar putus asa. Padahal, kenapa harus nunggu burnout dulu buat sadar?
Jadikan Kematian Sebagai Stress Reliever Kamu
Daripada menjadikan kematian sebagai sesuatu yang menyeramkan, coba deh jadikan dia sebagai "pil penenang" saat kamu lagi capek-capeknya sama dunia. Praktiknya kira-kira begini:
Lagi panik karena deadline mepet dan bos marah-marah? Tarik napas dalam-dalam dan batin dalam hati, "Nggak apa-apa, 100 tahun lagi bos gue juga udah jadi debu, dan presentasi Excel ini nggak akan ditanya sama malaikat." Langsung tenang, kan?
Lagi insecure lihat teman udah beli mobil baru di Instagram?
Ingatlah bahwa pada akhirnya, kita semua bakal check-in di petak tanah ukuran 1x2 meter yang nggak ada carport-nya. Jadi, ngapain dibawa stres?
Mau resign tapi takut diomongin orang sekantor?
Fun fact: Begitu kamu meninggal, posisi kamu di kantor akan langsung diganti orang lain dalam waktu kurang dari sebulan. Jadi, berhentilah mengorbankan kewarasanmu demi perusahaan yang nggak akan menangisi kepergianmu.
Cheat Sheet Menikmati Hidup (Mumpung Masih Bernapas)
Mengingat kematian bukan berarti kita jadi malas-malasan, rebahan doang, dan pasrah nunggu dijemput. Justru sebaliknya! Ini adalah pengingat biar kita nggak buang-buang "kuota" hidup untuk hal-hal yang bikin kita sengsara.
Kurangi Drama, Banyakin Ketawa. Nggak usah terlalu pusing sama omongan tetangga atau netizen. Mereka bukan juri di akhirat.
Berhenti Menunda Kebahagiaan. Jangan bilang, "Nanti aja deh liburannya nunggu kaya." Bro, sis, umur nggak ada yang tahu. Kalau mau makan enak hari ini, makanlah. Nggak usah nunggu gajian bulan depan kalau ujung-ujungnya cuma makan mie instan pakai nasi.
Peluk Orang Tersayang. Mumpung mereka masih ada, dan mumpung kamu masih bisa.
Kesimpulannya: Hidup ini cuma mampir ngeteh. Jangan sampai pas lagi ngeteh, kamu malah sibuk mikirin gimana caranya beli pabrik tehnya sampai lupa rasanya teh itu sendiri. Jangan nunggu putus asa dulu baru mau memeluk kenyataan soal garis akhir. Santai sedikit. Nikmati prosesnya.
Semuanya akan berlalu, dan pada akhirnya, kita semua bakal pulang. Jadi, mumpung masih di sini... yuk, napas dulu.
Your email address will not be published. Required fields are marked *