
Kalau kita nonton drakor atau film romantis, hidup berpasangan itu kelihatannya isinya cuma pelukan di bawah rintik hujan atau deep talk sambil minum kopi senja. Padahal realitanya? Boro-boro deep talk, yang ada malah perang dingin cuma gara-gara odol dipencet dari tengah.
Menyatukan dua isi kepala manusia yang dibesarkan di lingkungan berbeda itu susahnya minta ampun. Pasti ada saja kelakuan ajaib pasangan yang bikin ubun-ubun mendidih. Nah, sebelum piring terbang dan Perang Dunia ke-3 meletus di ruang keluarga, ada satu "tombol pause" ajaib yang sering menyelamatkan kewarasan kita: tarikan napas panjang yang diikuti dengan gumaman, "Astaghfirullahal 'adziem..."
Mari kita bedah momen-momen emas ketika dzikir ini beralih fungsi menjadi regulator emosi tingkat tinggi, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
"Astaghfirullah" Versi Laki-Laki: Ujian Kesabaran Tingkat Dewa
Bagi para laki-laki, hidup berdampingan dengan perempuan adalah seni memecahkan misteri yang tak ada ujungnya. Di momen-momen inilah, istighfar menjadi sahabat terbaik mereka:
Misteri Lemari Pakaian yang Menjerit: Istri berdiri di depan lemari yang pintunya nyaris nggak bisa ditutup saking penuhnya, lalu dengan wajah melas berkata, "Aku nggak punya baju buat kondangan besok." Sang suami melihat tumpukan baju yang menggunung itu, menatap kosong ke dinding, lalu membatin: "Astaghfirullahal 'adziem..."
Tragedi Kurir "Pakeeeet!": Katanya bulan ini mau frugal living dan hemat ketat. Tapi anehnya, tiap jam 3 sore selalu ada abang kurir teriak di depan pagar. Pas ditanya beli apa, jawabnya dengan santai, "Ah, cuma printilan kapas sama jepitan rambut kok, lagi diskon." Printilan, tapi kotaknya segede rice cooker. Sang suami tersenyum getir sambil beristighfar dalam hati.
Jebakan Batman Bernama "Terserah": Ini adalah ujian paling mematikan. Ditanya mau makan apa, jawabnya "Terserah." Giliran ditawarin sate ayam, "Lagi nggak pengen kacang, bikin jerawatan." Ditawarin bakso, "Kuahnya bikin kembung." Ditawarin nasi goreng, "Minyaknya banyak." Suami akhirnya memegang setir mobil erat-erat, menatap kaca spion, dan bergumam pelan: "Astaghfirullah, beri aku petunjuk-Mu, Ya Rabb..."
"Astaghfirullah" Versi Perempuan: Ujian Kewarasan Tiada Akhir
Kalau laki-laki diuji oleh misteri, perempuan biasanya diuji oleh kelakuan pasangan yang ajaibnya suka nggak masuk akal. Ini alasan kenapa perempuan sering tiba-tiba mengelus dada:
Tragedi Handuk Basah di Atas Kasur: Ini adalah musuh abadi para istri. Sudah dibilang jutaan kali, dalam berbagai intonasi dari mulai nada manja sampai nada nge-rap ala Eminem: handuk basah jangan ditaruh di kasur! Besoknya? Handuk itu tergeletak manis di sana lagi. Sang istri cuma bisa memejamkan mata, mengelus dada, "Astaghfirullahal 'adziem, sabar, sabar, ini ujian pernikahan..."
Kebutaan Mendadak Saat Mencari Barang: "Sayang, kunci motor di mana ya?" teriak si suami sambil mengacak-acak meja. Sang istri datang, dan dengan santainya mengambil kunci motor yang tergeletak tepat di depan mata suaminya, di sebelah dompetnya sendiri. Kalau nggak ingat dosa, rasanya pengen nelan kunci itu hidup-hidup. Ujung-ujungnya? Keluar lagi kalimat sakti: "Astaghfirullah..."
Pendengaran Selektif Mode Push Rank: Istri lagi cerita panjang lebar dengan penuh emosi soal drama di kantor atau tingkah laku anak hari ini. Suaminya? Ngangguk-ngangguk serius, bilang "Iya, bener banget tuh," tapi matanya nggak lepas sedetik pun dari layar HP karena lagi asyik nge-push rank Mobile Legends atau tetap focus ke layer laptop dengan alasan menyelesaikan kerjaan.
Makna Hangat di Balik Istighfar Kita
Meski terdengar kocak, ada makna yang sangat dalam dari fenomena ini. Di balik kekesalan sehari-hari yang bikin kita gemas, "Astaghfirullahal 'adziem" sebenarnya adalah jeda satu detik yang menyelamatkan hubungan kita.
Sebelum amarah memuncak, sebelum kalimat pedas meluncur dari mulut dan menyakiti hati pasangan, kalimat dzikir ini berfungsi mendinginkan kepala. Istighfar menyadarkan kita bahwa: pasangan kita hanyalah manusia biasa, sama seperti kita yang juga banyak kurangnya. Menyatukan dua manusia memang nggak pernah mudah. Daripada ngomel panjang lebar yang ujung-ujungnya bikin capek hati dan merusak mood seharian, menghela napas dan beristighfar adalah bentuk kedewasaan tertinggi. Itu adalah cara kita berkata pada diri sendiri: "Ya sudahlah, ngeselin sedikit nggak apa-apa, yang penting aku sayang."
Pada akhirnya, cinta sejati bukanlah tentang menemukan manusia sempurna yang tak pernah berbuat salah. Cinta sejati adalah menemukan seseorang yang kelakuan ajaibnya bisa kita toleransi seumur hidup... dengan bantuan ribuan kali istighfar.
Your email address will not be published. Required fields are marked *