
Pernah nggak sih, lagi jam istirahat kantor atau pas anak lagi tidur siang, kamu iseng buka m-banking? Begitu lihat saldo yang nominalnya lebih mirip suhu udara di Puncak Bogor (dingin dan menyedihkan), rasanya pengen langsung daftar jadi anggota Avengers aja biar ada kesibukan lain selain mikirin tagihan.
Kadang kita sering banget ngerasa hidup ini kurang nendang cuma gara-gara belum punya mobil mentereng atau belum bisa staycation tiap weekend. Padahal nih ya, kalau kita mau ngecek dengan kacamata yang agak digeser dikit, hidup sebagai budak korporat atau manajer rumah tangga (baca: emak-emak/bapak-bapak) itu udah luar biasa banget, lho!
Nggak usah nunggu diwarisi harta tujuh turunan, ini dia 5 bukti valid kalau kamu sebenarnya udah hidup bergelimang kemewahan hakiki:
1. Punya Lambung Baja Lapis Titanium
Mari kita jujur, standar gizi kita sering kali diatur oleh tanggal kalender. Awal bulan makan steak, pertengahan bulan makan warteg, akhir bulan... mie instan dicampur nasi sisa semalam. Belum lagi kopi sachet tiga kali sehari dan seblak level iblis yang pedasnya bikin ubun-ubun kesemutan.
Hebatnya? Lambungmu masih bertahan! Kemampuan sistem pencernaanmu untuk memproses asupan gaib ini tanpa bikin kamu masuk UGD adalah sebuah kemewahan yang nggak bisa dibeli pakai uang. Bayangin betapa repotnya kalau kamu alergi ini-itu. Lambung yang kooperatif adalah aset kekayaan yang underrated!
2. Rekan Kerja atau Pasangan yang "Se-Frekuensi" Pas Sambat
Di dunia kerja yang penuh deadline mencekik dan revisi tak berujung, atau di dunia rumah tangga yang penuh piring kotor dan popok penuh, punya satu aja orang yang bisa diajak sambat (mengeluh) bareng itu rasanya kayak punya asuransi jiwa!
Entah itu temen kubikel yang bisa diajak eye-contact pas bos lagi ngomel (dan kalian berdua langsung paham artinya), atau pasangan di rumah yang dengan inisiatif nawarin, "Kamu rebahan aja dulu, biar aku yang mandiin anak/nyuci piring." Wah, punya support system model begini tuh nilainya jauh lebih mahal dari saham blue chip mana pun.
3. Kuota "Me-Time" Eksklusif di Kamar Mandi
Buat emak-emak yang sehari-hari direbungi anak, atau pekerja yang seharian diteror klien, kamar mandi adalah benteng pertahanan terakhir umat manusia.
Kalau kamu masih bisa duduk anteng di kloset selama 15 menit sambil scrolling TikTok, belanja di online shop (walau cuma dimasukin keranjang doang nggak di-check out), dan merenungi makna kehidupan tanpa ada yang ngetok pintu sambil teriak, "Maaaa/Paaaa/Woy buruan!"... Selamat! Kamu sedang menikmati fasilitas VVIP kehidupan. Keheningan di kamar mandi adalah kemewahan terselubung.
4. Subsidi Silang Fasilitas: Numpang AC dan Wi-Fi
Buat para pejuang office hour, mari kita rayakan nikmatnya fasilitas kantor. Nyalain AC di rumah bikin token listrik menjerit? Nggak masalah! Sampai kantor jam 8 pagi, langsung setel AC suhu 18 derajat, download film pakai Wi-Fi kantor dengan kecepatan cahaya, dan charge HP, laptop, sampai powerbank sekaligus.
Ini adalah trik bertahan hidup paling brilian. Kamu dibayar untuk kerja, sekaligus numpang hidup. Pulang ke rumah, HP udah full battery 100% dan siap dipakai scrolling sampai ketiduran. Luar biasa cerdas!
5. Skill "Pelor" (Nempel Molor) di Berbagai Medan Tempur
Susah tidur alias insomnia itu mahal banget lho ongkos ngobatinnya. Nah, kalau kamu punya keahlian gaib di mana kamu bisa langsung merem pas nyender di jendela KRL yang goyang-goyang, atau bisa tidur nyenyak di kasur walau kipas angin di kamar bunyinya udah kayak helikopter mau take-off... kamu adalah manusia terpilih!
Kemampuan tubuh untuk shut down dengan cepat dan me- recharge energi di tengah segala kekacauan duniawi adalah anugerah terbesar. Orang kaya bisa beli kasur seharga puluhan juta, tapi mereka belum tentu bisa beli rasa kantuk semudah kamu memejamkan mata di angkot.
Sultan Kok Sedih? Senyum Dikit Dong!
Tuh, kan! Begitu dibedah satu-satu, ternyata hidup kita nggak sesedih isi history pencarian Google kita tentang "cara cepat kaya".
Harta emang penting buat bayar cicilan, nggak ada yang membantah itu. Tapi selagi kita masih berjuang mengumpulkan pundi-pundi rupiah, jangan lupa untuk merayakan kemewahan-kemewahan receh yang udah nempel di badan dan rutinitas kita.
Yuk, lurusin punggung, tarik napas panjang, dan kasih standing applause buat dirimu sendiri yang udah bertahan sejauh ini. Kamu hebat, kamu luar biasa, dan yang paling penting: kamu berhak bahagia walau token listrik di rumah udah bunyi tit-tit-tit!
Your email address will not be published. Required fields are marked *