
Alasannya: Orang zaman sekarang stress-nya karena merasa harus memegang kendali atas segalanya. Tulisan ini bisa jadi "obat penenang" yang sangat dibutuhkan.
Mau dibuatkan kerangka tulisan untuk judul yang ini?
Selamat hari Senin tanggal merah! Harusnya hari ini santai, tapi coba cek isi kepala kamu sekarang.
Apakah ada tab browser di otak yang masih kebuka soal: "Duh, besok kerjaan numpuk," "Nanti puasa duit belanja cukup nggak ya?", "Gimana cara ngubah sifat pacar yang batu banget?", sampai "Kenapa kucing tetangga lebih gemoy dari kucing gue?"
Kalau iya, selamat datang di klub. Kita semua sering tanpa sadar melantik diri sendiri jadi CEO of Everything.
Kita merasa bertanggung jawab atas segalanya. Kita merasa harus punya solusi buat semua masalah (masalah sendiri, masalah keluarga, masalah negara, sampai masalah jodoh teman). Kita merasa kalau kita "lengah" sedikit saja, dunia bakal runtuh.
Capek nggak sih? Capek banget, Bestie.
Padahal, 17 kali sehari (minimal), kita komat-kamit baca kode rahasia yang harusnya bikin kita resign dari jabatan CEO abal-abal itu. Kode itu ada di Al-Fatihah ayat 5: "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in."
Mari kita bedah kenapa ayat ini adalah obat overthinking paling manjur, tanpa perlu jadi ustaz dadakan.
Jebakan Batman Bernama "Aku Harus Bisa Semuanya"
Manusia modern itu didesain buat jadi control freak. Kita diajarkan kalau sukses itu hasil kerja keras 100%. Kalau gagal, berarti kita kurang usaha.
Akibatnya? Kita jadi "Tuhan kecil".
Ada masalah sedikit, otak langsung overheat cari solusi. Kita lupa kalau kapasitas RAM otak kita itu terbatas. Kita lupa kalau kita cuma 'karyawan' di bumi, bukan 'Pemilik Perusahaan'.
Di sinilah plot twist-nya.
Ayat 5 itu membagi tugas dengan sangat adil dan melegakan:
Iyyaka Na'budu (Hanya kepada-Mu kami mengabdi/berusaha): Ini jatah kita. Usaha, kerja, belajar, nabung, olahraga. Titik. Sampai di situ doang wewenang kita.
Wa Iyyaka Nasta'in (Dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan): Ini jatah "Pusat". Hasil akhir, rezeki cair atau enggak, dia berubah atau enggak, besok hujan atau panas... itu urusan Bos Besar.
"Nasta'in" Itu Bukan Tanda Lemah, Itu Strategi Cerdas
Banyak dari kita gengsi minta tolong, bahkan sama Tuhan. Kita baru ingat "Ya Allah tolong" pas udah kepepet, pas duit tinggal selembar, atau pas udah divonis sakit.
Padahal, konsep Nasta'in itu bukan ban serep. Itu setir utamanya.
Bayangkan kamu lagi angkat kulkas sendirian. Berat, pinggang mau patah. Terus di sebelah kamu ada Hulk yang lagi nganggur.
Orang bodoh akan bilang: "Minggir Hulk, aku bisa sendiri!" (Lalu encok).
Orang cerdas (yang mengamalkan ayat 5) akan bilang: "Hulk, bantuin dong. Gue pegang pintunya, lo angkat sisanya ya."
Nah, Nasta'in itu kayak gitu. Kita ngaku ke Allah: "Ya Allah, aku udah usaha kirim lamaran kerja/jualan, tapi aku nggak punya kuasa buat gerakin hati HRD/pembeli. Minta tolong ya, Engkau yang urus sisanya."
Enak banget, kan? Beban 100kg jadi cuma berasa 5kg.
Tutorial Resign Jadi CEO
Mumpung sebentar lagi Ramadan, momen di mana kita bakal sering banget baca Al-Fatihah (Taraweh woy, Taraweh), yuk kita ubah mindset.
Stop Mikirin Hal di Luar Kendali
Kamu bisa atur jam tidurmu, tapi kamu nggak bisa atur kapan nyawamu diambil. Kamu bisa atur postinganmu, tapi kamu nggak bisa atur omongan orang lain. Fokus di "Na'budu" (usaha), biarkan Allah eksekusi di "Nasta'in".
Validasi Rasa Lemahmu
Gapapa ngaku capek. Gapapa ngaku nggak tahu. Di hadapan Allah, jadi lemah itu justru posisi paling kuat. Karena saat kamu angkat tangan (nyerah), Allah akan turun tangan.
Jadikan Doa Sebagai "Meeting Laporan"
Anggap setiap salat itu sesi briefing sama Big Boss. "Bos, saya udah kerjain A, B, C. Tapi hasilnya masih nyangkut nih. Tolong di-acc ya, atau kasih solusi lain."
Kesimpulan: Jadilah Hamba yang Santuy
Hidup itu memang berat kalau diangkat sendirian. Makanya, jangan sendirian.
Ada Dzat Yang Maha Mengatur yang siap mem- back up kita 24 jam non-stop. Server-Nya nggak pernah down, admin-Nya nggak pernah cuti.
Jadi, hari ini, coba tarik napas panjang.
Katakan pada diri sendiri: "Gue cuma hamba. Gue bukan Tuhan. Gue nggak harus nyelesein semua masalah dunia hari ini."
Lepaskan jubah CEO-nya. Pakai sarung/mukena hamba-nya.
Percayalah, pundakmu bakal terasa jauh lebih ringan.
Selamat liburan, selamat menyambut Ramadan. Jangan lupa minta tolong, ya!
Your email address will not be published. Required fields are marked *