
Pernah nggak sih, pas malam-malam, anak sudah tidur (akhirnya!), lalu suami dan istri duduk di sofa dengan wajah kusut mirip cucian belum disetrika?
Di momen hening itu, biasanya terjadi "Olimpiade Nasib Malang" dalam hati.
Istri membatin: "Duh, pinggang rasanya mau copot. Seharian nyuapin anak, nyuci piring, misahin lego dari lantai biar nggak keinjek. Aku lah juara capek sedunia."
Suami membatin: "Duh, kepala mau pecah. Seharian meeting sama bos galak, macet di jalan dua jam, kaki pegal nginjak rem. Aku lah pemenang medali emas kelelahan."
Lalu salah satu menghela napas panjang: "Hahhh..."
Dan pasangannya menyahut dengan nada defensif: "Kenapa? Capek? Aku juga capek lho."
Jeng jeng jeng! Dimulailah Perang Dingin Jilid 4.
Stop Jadi "Mandor Proyek" di Rumah Sendiri
Seringkali, tanpa sadar, rumah tangga kita berubah jadi lokasi proyek bangunan. Istri jadi Mandor, Suami jadi Kuli Harian Lepas.
Istri merasa harus memberi instruksi untuk semua hal.
"Pa, tolong ambilin handuk."
"Pa, itu anaknya nangis, digendong dong."
"Pa, popoknya penuh tuh, gantiin gih."
Lama-lama, Istri merasa lelah mental. Kenapa sih suami ini inisiatifnya selevel sama koneksi internet gratisan: loading-nya lama banget? Istri merasa jadi manajer operasional yang mengurus karyawan magang yang nggak paham jobdesc.
Padahal, menjadi manajer itu capeknya dobel. Capek ngerjain, plus capek mikirin dan nyuruh-nyuruh.
Ayah: "Aku Cuma Membantu Istri" (Pret!)
Di sisi lain, banyak Ayah yang dengan bangganya bilang ke teman-temannya: "Wuih, gue suami siaga bro. Gue sering bantu istri mandiin anak."
Tunggu sebentar. Kata kuncinya: BANTU.
Pak, kalau Anda mencuci piring di rumah tetangga, itu namanya membantu. Kalau Anda mandiin anak tetangga, itu namanya... aneh (dan bisa dilaporin Pak RT).
Tapi kalau mandiin anak sendiri? Itu namanya KEWAJIBAN. Itu namanya PARENTING.
Ayah bukan helper, bukan asisten rumah tangga paruh waktu, dan bukan relawan PMI. Ayah adalah co-pilot. Pesawat (baca: rumah tangga) ini milik berdua. Kalau satu pilot pingsan dan pilot satunya cuma diam nunggu perintah, ya siap-siap saja mayday mayday.
Kalau Ayah memposisikan diri cuma sebagai "pembantu", maka Ayah akan selalu menunggu perintah. Ayah akan duduk manis main HP sampai ada teriakan, "Paaaa! Itu anaknya mau ngejilat stopkontak!"
Resep Anti Drama: "Tag Team" Smackdown
Solusinya bukan lomba siapa paling capek. Karena percayalah, dalam urusan mengasuh anak, skornya selalu seri: 1-1. Sama-sama remuk, sama-sama kurang tidur, sama-sama bau minyak telon.
Kuncinya adalah mindset Tag Team, kayak gulat profesional Smackdown.
Kalau Istri lagi di ring (lagi nyusuin, lagi masak), Ayah harus siap backup tanpa diminta. Lihat cucian numpuk? Sikat. Lihat anak mulai rewel? Ajak main kuda-kudaan. Nggak perlu nunggu Istri bikin proposal pengajuan bantuan dulu pakai materai 10 ribu.
Begitu juga sebaliknya. Kalau Ayah baru pulang kerja mukanya lecek kayak uang kembalian gorengan, Istri kasih waktu jeda 15 menit buat napas. Jangan langsung disodorin tagihan listrik atau laporan kenakalan anak hari ini.
Jadilah Partner, Bukan Kompetitor
Mengasuh anak itu berat, Jenderal. Kamu takkan kuat, biar kita saja (berdua).
Mari hapus kata "membantu" dari kamus ayah, dan hapus peran "mandor" dari jiwa ibu.
Untuk Bapak-bapak: Peka sedikit lah. Kalau istri sudah diam seribu bahasa sambil banting panci agak keras, itu kode keras butuh istirahat. Ambil alih anak-anak, suruh istrimu me time (meski cuma maskeran di kamar mandi).
Untuk Ibu-ibu: Turunkan standar kesempurnaan. Kalau Bapak memakaikan popok agak miring dikit atau baju anak warnanya tabrak lari, biarin aja. Yang penting anak aman, kenyang, dan Bapaknya mau terlibat. Jangan diomelin, nanti dia mogok kerja.
Ingat, musuh kita bukan pasangan kita. Musuh kita adalah rasa kantuk, mainan yang berserakan, dan GTM (Gerakan Tutup Mulut) anak.
Jadi, mari berpelukan (kalau belum bau asem). Mari saling memijat punggung (kalau masih ada tenaga). Dan mari tertawa bersama melihat kekacauan indah ini.
Karena nanti, saat anak-anak sudah besar dan sibuk sendiri, kita bakal kangen masa-masa rebutan siapa yang harus ganti popok jam 2 pagi.
Your email address will not be published. Required fields are marked *